Tuesday, February 23, 2016

Olahraga Murah Meriah

Sudah lama saya menekuni olah raga sepeda yang unik, namanya sepeda Trials. Tekniknya sulit sekali hanya untuk menguasai satu teknik dasar saja. Kalau saya hitung tahun, mungkin sudah lebih dari 7 tahun saya menekuni olah raga ini untuk hanya sekedar mengeluarkan keringat. Banyak yang heran dengan pilihan olah raga ini, yang cukup beresiko bagi seusia saya. Sampai saat ini hanya untuk sekedar berolah raga, sepeda trials masih setia menemani, walaupun teknik yang dikuasai sederhana saja dan memang hanya itu yang saya kuasai seperti teknik melumpat, turun dari ketinggian, dan berdiri di sepeda.
Semakin hari, saya rasakan badan kok ya butuh tantangan yang lebih berat akan tetapi tentunya yang tidak beresiko. Trials rawan sekali terjatuh walaupun gerakan itu sederhana saja. Akhirnya saya kembali merenungkan olah raga apa yang tidak memerlukan alat-alat, akan tetapi memanfaatkan gerakan badan sendiri. Tanpa sengaja ketemu web di youtube tentang olah raga Calisthenics, yang cukup aneh di telinga. Olah raga ini hanya memanfaatkan berat badan untuk melakukan workout dasarnya. Semacam push up, squat jump, sit up, dan ditambah gerakan menggunakan alat yang namanya bar, atau palang tempat berayun atau menggantung badan. Sederhana akan tetapi jangan tanya, tingkat kesulitannya cukup tinggi. Sudah hampir 2 bulan mencoba olah raga ini, dengan dibantu dengan diet karbohidrat supata badan tidak berlemak. Dengan tinggi 177, dan berat badan terakhir hampir 76 kg sudah cukup gemuk badan ini.
Setelah 2 bulan rutin berolah raga dasar push up, sit up, squat jump, dan sedikit belajar menggantung di bar (istilahnya pull up) rasanya sudah tidak karu-karuan badan. Sakit di beberapa bagian, bahkan terkadang susah sekali hanya untuk mencopot kaus olah raga. Saya coba bertahan dengan berbagai macam sakit, di dada, bisep, trisep, otot perut, ternyata berat badan turun 2Kg serta diet mengurangi makan nasi dan memperbanyak sayuran. Saat diet makan nasi, setiap hari saya di bully istri dan anak saya, karena biasanya saya makan nasi cukup banyak dan bulan-bulan terakhir ini sangat sedikit konsumsi nasinya. Istri sempat khawatir jika saya sakit, karena makan nasi cukup sedikit setiap harinya, sementara olah raga hampir setiap pagi. Saya melakukan pull up di pintu-pintu kusen rumah, sehingga tangan menjadi kapalan, cukup sakit pada awal-awalnya.
Setelah berkeliling kota, ternyata ada beberapa palang bar yang dapat digunakan untuk latihan. Dan saya memilih daerah yang dekat rumah yang ada palang barnya, supaya tidak terlalu jauh untuk mencoba latihan gantung-menggantung di bar. Otot trisep, bisep, dan perut sudah mulai terbentuk, walaupun berat badan masih bertahan di 74 kg. Luar biasa berat olah raga ini, jika dibanding dengan olah raga di Gym yang hanya membutuhkan barbel, dumbel, atau variasinya yang rata-rata mudah dioperasikan. Calisthenics cukup berat dan terkadang membuat frustrasi, karena tingkat kesulitan yang ditimbulkan dari teknik-tekniknya. Mencoba masih bertahan dengan rasa sakit, frustrasi, dan bully dari orang-orang terkasih yang paling dekat dengan saya.

No comments: