Skip to main content

Ooooh Jam Tangan ......

Tersentak saat melihat berita tentang Setya Novanto yang menggunakan Richard Mille yang harganya 2 milyar dengan mesin jam Tourbillon yang rumit dan harga selangit saat bertemu dengan Donald Trump. Belum lagi sempat ambil nafas, ternyata rekannya Fadli Zon tak kalah tajirnya dengan memamerkan jam tangan Hublot Spirit of Big Bang King Gold Ceramic, yang harganya jauh lebih murah, kalau di kurs sekarang ya sekitaran harga 500-600 juta rupiah....
Dulu saya punya Rolex harga 200 ribuan... beli saat lihat pasar malam di Alun-alun Jogjakarta beberapa tahun silam. Jam tangan mahal ini menarik keinginan tahuan saya untuk melihat mengapa sih harga jam menjadi sangat mahal seperti ini. Teknologi bahan, kualitas bahan, teknik marketing menjadikan barang-barang biasa tersebut menjadi super mahal begini. Tanpa berpikir panjang, saya pun meluncur ke hubolt.com untuk melihat bagaimana sebenarnya teknologi jam ini bisa menjadi super mahal tidak kalah dengan barang mewah yang lain. Luar biasa, teknologi bahan serta dedikasi tingkat dewa untuk menghasilkan sebuah jam tangan, yang hanya berfungsi sebagai penunjuk waktu ini. Coba tengok saja di hubolt.com ini, bagaimana inovasi menjadikan sebuah barang seperti ini menjadi demikian berkelas.
Sedikit melupakan kejengkelan terhadap para wakil rakyat yang demikian borjuisnya di tengah-tengah kesulitan masyarakat dalam mencari rejeki. Saya pun mencoba berpikiran positif untuk sekedar menyerap ilmu sedikit dari hubolt.com. Benar... dedikasi terhadap kualitas premium dan kesempurnaan menjadikan barang biasa seperti jam tangan ini bisa menjadi barang mewah ratusan juta bahkan milyaran rupiah. Tengok bagaimana mengawinkan teknologi antara tekstil dengan jam tangan mewah.. menjadikan produk hubolt.com ini menuai apresiasi dalam bentuk barang yang diakui kualitas dan sangat berkelas....

Comments

Popular posts from this blog

Apasih arti QUO VADIS?

Pertanyaan ini muncul saat saya mau membuat sebuah presentasi, dan ketika akan membuat judul presentasi tersebut munculah kata Quo Vadis.. wha.. kayaknya keren nih.. Googling dengan kata Quo Vadis.. wah .. banyak juga.. kayaknya saya memberi judul presentasi saya sangat klise dan tidak otentik... Tapi biarlah karena keburu waktu harus presentasi. Masih penasaran dengan kata ini akhirnya menuju ke Google untuk mencari artinya.Ini kutipan dari bahasa Latin saat ketemu di Google
13:36 dicit ei Simon Petrus Domine quo vadis respondit Iesus quo ego vado non potes me modo sequi sequeris autem postea.
Cari di Wikipedia ... Wah agak bingung dengan artinya, akhirnya dapat terjemahan yang menarik yaitu demikian "Kata Quo Vadis berasal dari Injil apokrif “Kisah Petrus”, yang menceritakan bahwa ketika Petrus hendak mengungsi dari kota Roma, di Via Appia (Appian Way).... Yesus menampakkan diri kepada Petrus, dan Petrus bertanya: “Quo Vadis Domine ?" "Whither goest thou?" "M…

Tragedi Simoncelli

23 Oktober 2011 merupakan hari naas bagi Marco Simoncelli, karena karier, kontroversi dan bahkan hidupnya berakhir di lintasan Sepang, yang pernah mengantar kebahagiaan di puncak kariernya. Saya bukan penggemar berat MotoGP, hanya suka saja melihat tantangan pebalapnya yang mencoba menjadi paling depan di antara pebalap yang lain. Kebetulan saja pas seri di Sepang ini, saya melihat bersama anak saya walaupun sebenarnya kurang menarik dari sisi persaingan karena Juara seri ini sudah di tangan Stoner.
Setelah putaran ke-2 kecelakaan pun terjadi, dan sayapun mengambil beberapa rekaman kejadian kecelakaan yang merenggut Simoncelli. Tabrakan terjadi kurang dari 1 detik karena begitu cepatnya sehingga helm Simoncellipun terlepas. Saya nggak habis pikir mengapa helm yang dirancang begitu kuat dapat terlepas dari kepala Simoncelli. Helm itu tentu sangat presisi melekat pada pipi, bentuk kepala, dan diikat dengan tali helm yang cukup kuat. Saat saya memakai helm yang bagus biasanya sangat susa…

Kritik Film Laskar Pelangi

Mengapa Laskar Pelangi menggelitik saya, untuk sekedar berkomentar tentang novel paling laris ini. Sungguh luar biasa menurut saya, mengapa novel ini dapat laris banget dengan kondisi melek baca di Indonesia yang sangat kecil dibandingkan dengan jumlah penduduknya. Saat baca novel ini, saya menjadi teringat sastrawan besar idola saya Pram...ada semburat alur yang sama, gaya penuturan yang mirip..dengan pak Pram... sehingga cukup membuat saya terhibur dengan kerinduan tulisan Pram.
Film baru diputar tanggal 25 September 2008, sehingga saya hanya melihat web site resmi film ini untuk melihat tokoh-tokoh bayangan saya, dengan tokoh bayangan sutradara di film. Tokoh bu Mus mengingatkan Nyai Ontosoroh.... sehingga tokoh ini begitu saya puja. Saat tokoh bu Mus diperankan oleh Cut Mini... bayangan bu Mus di benak saya menjadi terganggu. Di benak saya terlihat bahwa bu Mus tidak secantik Cut Mini.. sehingga balutan industri film memang cukup kental di sini tidak semurni nyawa tulisan Andrea Hi…