Skip to main content

Anakku

Sepeninggal Radit, anakku yang terkena leukemia lebih dari setahun yang lalu, kini telah lahir anakku yang telah lama kami tunggu kehadirannya. Saat ini anakku sudah 4 bulan umurnya, sudah menjadi hiburan yang cukup membuat kita sekeluarga seakan bangkit kembali untuk menikmati kata bahagia, yang selama ini sangat sulit kita dapati. Naditya.. namanya, kami berharap anakku merupakan reinkarnasi dari Raditya, yang akan menghibur menjadi matahari bagi keluarga kami.Bayangan Radit, masih selalu menghampiri setiap hari, terkadang masih membuat rasa perih, marah, jengkel, dan apapun namanya membuat sesak di dada. Mengapa anakku tanpa dosa, yang terpilih untuk menderita sedemikian hebatnya. Tanpa sepengetahuan istriku, terkadang aku masih sering berputar-putar di sekitar rumah lama tempat Radit lahir dan menikmati hari-hari indahnya dahulu, yang sekarang sudah aku jual dan kini kita telah berpindah ke lain tempat untuk sekedar menghilangkan memory indah selama di rumah lama.
Trauma.. adalah kata yang tepat, sehingga terkadang kesedihan yang mendalam, ketakutan akan kehilangan anak menjadi kekuatan paranoid yang selalu mengganggu setiap langkah dalam mendampingi anakku. Saat anakku panas.. hal simpel yang sering terjadi terhadap anak kecil, menjadi momen horor yang cukup membuat perutku mual karena ketakutan yang berlebih....
Saat mendampingi Radit dalam kesakitan, hingga perginya Radit masih terpampang jelas seperti layar film di depan mataku. Momen inilah yang membuat ketakutanku berlebihan, serta menjadi penyakit paranoid yang susah aku hilangkan. Hanya senyuman Nadit anakku yang terkadang mengobati kesedihanku yang tidak tersembuhkan ini, menjadi lecutan semangat untuk  kembali menikmati kebahagiaan bersama keluarga kecilku...
Naditya kecilku.. telah menjadi matahari bagi keluarga kami.. sungguh luarbiasa kehadirannya.. dan menjadi pelabuhan kecilku untuk melabuhkan kerinduanku yang dalam terhadap Raditya kakaknya yang telah  mendahului bapak ibunya.

Comments

Popular posts from this blog

Apasih arti QUO VADIS?

Pertanyaan ini muncul saat saya mau membuat sebuah presentasi, dan ketika akan membuat judul presentasi tersebut munculah kata Quo Vadis.. wha.. kayaknya keren nih.. Googling dengan kata Quo Vadis.. wah .. banyak juga.. kayaknya saya memberi judul presentasi saya sangat klise dan tidak otentik... Tapi biarlah karena keburu waktu harus presentasi. Masih penasaran dengan kata ini akhirnya menuju ke Google untuk mencari artinya.Ini kutipan dari bahasa Latin saat ketemu di Google
13:36 dicit ei Simon Petrus Domine quo vadis respondit Iesus quo ego vado non potes me modo sequi sequeris autem postea.
Cari di Wikipedia ... Wah agak bingung dengan artinya, akhirnya dapat terjemahan yang menarik yaitu demikian "Kata Quo Vadis berasal dari Injil apokrif “Kisah Petrus”, yang menceritakan bahwa ketika Petrus hendak mengungsi dari kota Roma, di Via Appia (Appian Way).... Yesus menampakkan diri kepada Petrus, dan Petrus bertanya: “Quo Vadis Domine ?" "Whither goest thou?" "M…

Tragedi Simoncelli

23 Oktober 2011 merupakan hari naas bagi Marco Simoncelli, karena karier, kontroversi dan bahkan hidupnya berakhir di lintasan Sepang, yang pernah mengantar kebahagiaan di puncak kariernya. Saya bukan penggemar berat MotoGP, hanya suka saja melihat tantangan pebalapnya yang mencoba menjadi paling depan di antara pebalap yang lain. Kebetulan saja pas seri di Sepang ini, saya melihat bersama anak saya walaupun sebenarnya kurang menarik dari sisi persaingan karena Juara seri ini sudah di tangan Stoner.
Setelah putaran ke-2 kecelakaan pun terjadi, dan sayapun mengambil beberapa rekaman kejadian kecelakaan yang merenggut Simoncelli. Tabrakan terjadi kurang dari 1 detik karena begitu cepatnya sehingga helm Simoncellipun terlepas. Saya nggak habis pikir mengapa helm yang dirancang begitu kuat dapat terlepas dari kepala Simoncelli. Helm itu tentu sangat presisi melekat pada pipi, bentuk kepala, dan diikat dengan tali helm yang cukup kuat. Saat saya memakai helm yang bagus biasanya sangat susa…

Kritik Film Laskar Pelangi

Mengapa Laskar Pelangi menggelitik saya, untuk sekedar berkomentar tentang novel paling laris ini. Sungguh luar biasa menurut saya, mengapa novel ini dapat laris banget dengan kondisi melek baca di Indonesia yang sangat kecil dibandingkan dengan jumlah penduduknya. Saat baca novel ini, saya menjadi teringat sastrawan besar idola saya Pram...ada semburat alur yang sama, gaya penuturan yang mirip..dengan pak Pram... sehingga cukup membuat saya terhibur dengan kerinduan tulisan Pram.
Film baru diputar tanggal 25 September 2008, sehingga saya hanya melihat web site resmi film ini untuk melihat tokoh-tokoh bayangan saya, dengan tokoh bayangan sutradara di film. Tokoh bu Mus mengingatkan Nyai Ontosoroh.... sehingga tokoh ini begitu saya puja. Saat tokoh bu Mus diperankan oleh Cut Mini... bayangan bu Mus di benak saya menjadi terganggu. Di benak saya terlihat bahwa bu Mus tidak secantik Cut Mini.. sehingga balutan industri film memang cukup kental di sini tidak semurni nyawa tulisan Andrea Hi…