Tuesday, May 21, 2013

Anakku

Sepeninggal Radit, anakku yang terkena leukemia lebih dari setahun yang lalu, kini telah lahir anakku yang telah lama kami tunggu kehadirannya. Saat ini anakku sudah 4 bulan umurnya, sudah menjadi hiburan yang cukup membuat kita sekeluarga seakan bangkit kembali untuk menikmati kata bahagia, yang selama ini sangat sulit kita dapati. Naditya.. namanya, kami berharap anakku merupakan reinkarnasi dari Raditya, yang akan menghibur menjadi matahari bagi keluarga kami.Bayangan Radit, masih selalu menghampiri setiap hari, terkadang masih membuat rasa perih, marah, jengkel, dan apapun namanya membuat sesak di dada. Mengapa anakku tanpa dosa, yang terpilih untuk menderita sedemikian hebatnya. Tanpa sepengetahuan istriku, terkadang aku masih sering berputar-putar di sekitar rumah lama tempat Radit lahir dan menikmati hari-hari indahnya dahulu, yang sekarang sudah aku jual dan kini kita telah berpindah ke lain tempat untuk sekedar menghilangkan memory indah selama di rumah lama.
Trauma.. adalah kata yang tepat, sehingga terkadang kesedihan yang mendalam, ketakutan akan kehilangan anak menjadi kekuatan paranoid yang selalu mengganggu setiap langkah dalam mendampingi anakku. Saat anakku panas.. hal simpel yang sering terjadi terhadap anak kecil, menjadi momen horor yang cukup membuat perutku mual karena ketakutan yang berlebih....
Saat mendampingi Radit dalam kesakitan, hingga perginya Radit masih terpampang jelas seperti layar film di depan mataku. Momen inilah yang membuat ketakutanku berlebihan, serta menjadi penyakit paranoid yang susah aku hilangkan. Hanya senyuman Nadit anakku yang terkadang mengobati kesedihanku yang tidak tersembuhkan ini, menjadi lecutan semangat untuk  kembali menikmati kebahagiaan bersama keluarga kecilku...
Naditya kecilku.. telah menjadi matahari bagi keluarga kami.. sungguh luarbiasa kehadirannya.. dan menjadi pelabuhan kecilku untuk melabuhkan kerinduanku yang dalam terhadap Raditya kakaknya yang telah  mendahului bapak ibunya.