Wednesday, January 09, 2013

Sendirian di Makam Anakku

Sudah lama, keinganku untuk pergi sendiri di makam anakku. Awal tahun ini, hujan cukup deras sehingga makam anakku sedikit turun terkikis air hujan. Dan saatnya aku memeriksa kembali apakah sudah dibetulkan oleh juru kunci makam.
Sesudah membeli kembang, aku bergegas ke makam.. masih terasa baru kemarin saja kepergian anakku, yang meninggalkan sesuatu yang tidak dapat aku katakan. Aku duduk tepekur cukup lama, memandangi kayu bertuliskan nama anakku di sana, tenggelam terkubur tambahan tanah yang ditimbunkan langsung oleh juru kunci.
Saatnya aku menumpahkan air mataku yang aku tahan cukup lama, di depan kubur anakku untuk sekedar melepaskan beban yang selama ini aku tahan. Mungkin tidak ada gunanya, akan tetapi cukuplah untuk mengurai beban yang selama ini menumpuk di ujung mataku. Yang biasanya hanya sekedar sembab aku tahan, Saat aku sendiri merupakan kesempatan untuk menumpahkan beban kesedihan yang begitu menggunung.
Aku harap anakku tidak tahu kesedihanku, yang selama dia sakit, aku tahan, aku bendung, untuk tidak aku perlihatkan titik airmata sedikitpun di depan anakku.
"Aku sayang kamu Radit..."
"Maafkankan bapakmu Radit..."
Hanya kata itu yang aku ucapkan berkali-kali membiarkan seluruh airmataku tumpah. Mungkin setitik menetes di tanah basah kubur anakku. Mungkin dapat menjadi sinyal kerinduanku kepadanya.
Dapat dibayangkan, anakku sudah tidak akan aku jumpai lagi.... anakku yang benar-benar aku sayangi sudah tidak dapat aku peluk lagi...
Ya sudahlah Radit... aku sangat sayang kamu... titik airmata yang menetes tadi semoga dapat engkau rasakan... temuilah hanya dalam mimpi bapakmu......


No comments: