Skip to main content

Masih ada tangis

Hujan-hujan, aku dengan istriku tetap menerobos butiran air yang cukup deras menuju ke makam anakku. Menjelang hari meninggal anakku pada Jum'at Kliwon perhitungan jawa, pasti bayangan anakku selalu hadir pada detik-detik hariku. Ada rasa sesak di dalam dada, terkadang tidak kuasa menahan desakan untuk sekedar merembeskan energi sesak itu untuk keluar di sudut mataku.
Koneksi hati dengan istriku sebenarnya begitu kuat. Apabila desakan dada ini begitu menghebat, sudah dapat aku pastikan bahwa istriku pasti teringat akan mendiang anakku yang hampir berusia 10 tahun pada tanggal 11 Desember 2012 besuk. Istriku terkadang tidak kuasa untuk tidak menahan tangisnya. Akupun merasakan kehilangan yang amat dalam yang sulit untuk dilepaskan, seperti tangis hampa istriku menahan kerinduan terhadap anakku yang telah hampir 1 tahun meninggalkan kami.
Sebelum berangkat ke makam, istriku menangis dalam.
"Pak... aku didatengi Radit pak....."
"Radit minta pangku pak.... " tak kuasa tangis istriku tertahan.
Biasanya aku diam, menahan untuk tidak terhanyut. Mungkin istriku menyangka aku cukup kuat untuk tidak menangis. Padahal mataku mungkin sudah tidak tahan menahan derasnya energi sesak di dada.
Aku sadar hal ini tidak baik untuk kesehatanku, beberapa waktu ini detak-detak jantungku terkadang ada beberapa irama yang cukup aneh, dan kepalaku terkadang pusing dan berat. Terkadang rasanya ingin menyusul anakku di sana, seperti kata istriku beberapa waktu di dalam tangisnya.
Perjalanan masih panjang, dan aku yakin kebahagiaan harus dirintis kembali walaupun dari titik terdalam kegelapan. Rumah baru, sudah aku dapatkan dengan membuka kembali lembaran-lembaran compang-camping di rumah baru ini, aku yakin kebahagiaan harus didapatkan kembali seperti dulu. Perjuangan adalah kata yang harus selalu diucapkan setiap hari. Koneksi positif harus dikuatkan untuk istriku, anak permpuanku yang paling besar dan anakku yang sekarang sedang 8 bulan di perut ibunya menggantikan Radit yang telah berpulang.


Comments

Popular posts from this blog

Apasih arti QUO VADIS?

Pertanyaan ini muncul saat saya mau membuat sebuah presentasi, dan ketika akan membuat judul presentasi tersebut munculah kata Quo Vadis.. wha.. kayaknya keren nih.. Googling dengan kata Quo Vadis.. wah .. banyak juga.. kayaknya saya memberi judul presentasi saya sangat klise dan tidak otentik... Tapi biarlah karena keburu waktu harus presentasi. Masih penasaran dengan kata ini akhirnya menuju ke Google untuk mencari artinya.Ini kutipan dari bahasa Latin saat ketemu di Google
13:36 dicit ei Simon Petrus Domine quo vadis respondit Iesus quo ego vado non potes me modo sequi sequeris autem postea.
Cari di Wikipedia ... Wah agak bingung dengan artinya, akhirnya dapat terjemahan yang menarik yaitu demikian "Kata Quo Vadis berasal dari Injil apokrif “Kisah Petrus”, yang menceritakan bahwa ketika Petrus hendak mengungsi dari kota Roma, di Via Appia (Appian Way).... Yesus menampakkan diri kepada Petrus, dan Petrus bertanya: “Quo Vadis Domine ?" "Whither goest thou?" "M…

Tragedi Simoncelli

23 Oktober 2011 merupakan hari naas bagi Marco Simoncelli, karena karier, kontroversi dan bahkan hidupnya berakhir di lintasan Sepang, yang pernah mengantar kebahagiaan di puncak kariernya. Saya bukan penggemar berat MotoGP, hanya suka saja melihat tantangan pebalapnya yang mencoba menjadi paling depan di antara pebalap yang lain. Kebetulan saja pas seri di Sepang ini, saya melihat bersama anak saya walaupun sebenarnya kurang menarik dari sisi persaingan karena Juara seri ini sudah di tangan Stoner.
Setelah putaran ke-2 kecelakaan pun terjadi, dan sayapun mengambil beberapa rekaman kejadian kecelakaan yang merenggut Simoncelli. Tabrakan terjadi kurang dari 1 detik karena begitu cepatnya sehingga helm Simoncellipun terlepas. Saya nggak habis pikir mengapa helm yang dirancang begitu kuat dapat terlepas dari kepala Simoncelli. Helm itu tentu sangat presisi melekat pada pipi, bentuk kepala, dan diikat dengan tali helm yang cukup kuat. Saat saya memakai helm yang bagus biasanya sangat susa…

Kritik Film Laskar Pelangi

Mengapa Laskar Pelangi menggelitik saya, untuk sekedar berkomentar tentang novel paling laris ini. Sungguh luar biasa menurut saya, mengapa novel ini dapat laris banget dengan kondisi melek baca di Indonesia yang sangat kecil dibandingkan dengan jumlah penduduknya. Saat baca novel ini, saya menjadi teringat sastrawan besar idola saya Pram...ada semburat alur yang sama, gaya penuturan yang mirip..dengan pak Pram... sehingga cukup membuat saya terhibur dengan kerinduan tulisan Pram.
Film baru diputar tanggal 25 September 2008, sehingga saya hanya melihat web site resmi film ini untuk melihat tokoh-tokoh bayangan saya, dengan tokoh bayangan sutradara di film. Tokoh bu Mus mengingatkan Nyai Ontosoroh.... sehingga tokoh ini begitu saya puja. Saat tokoh bu Mus diperankan oleh Cut Mini... bayangan bu Mus di benak saya menjadi terganggu. Di benak saya terlihat bahwa bu Mus tidak secantik Cut Mini.. sehingga balutan industri film memang cukup kental di sini tidak semurni nyawa tulisan Andrea Hi…