Skip to main content

Sudah 40 Hari

Sudah 40 hari aku memendam rindu tak tertahankan
Setiap hari istriku ya ... ibumu ....menangis malam-malam dalam simpuh ranjang kosong mu nak
Mengapa engkau tinggalkan bapakmu dan ibumu ini, dalam penuhnya cinta kami padamu nak
Tiba-tiba saja rasa sepi menyelinap perih setiap aku pandangi mainanmu yang aku bawa di meja kerjaku
Setiap hari aku renungi.. mengapa... engkau meninggalkan kami... mengapa.....
Aku yakin kamu pasti kangen dengan galaknya bapakmu... nak...
Aku yakin kamu pasti kangen dengan cerewetnya ibumu .....nak...
Setiap hari aku ingin memelukmu kembali sembari menonton film dari OHP yang aku bawa dari kantor..
Kapan kita bersepeda lagi.... dan kamu tertawa saat bapakmu jatuh dari sepeda coba melumpati trotoar...
Kapan aku bisa ketemu lagi ya nak..... dengan mu.... bermain bola plastik yang dibelikan ibu di pasar
Kapan bermain Hamster kesayanganmu...
Kapan....... kangenku tak tertahankan... nak...
Hanya tertumpah pada ujung sudut mataku.... menahan butiran bening untuk tidak menetes...

Buat RADIT di sana...... salam kangen bapak, ibu, dan kakakmu tercinta


Comments

Popular posts from this blog

Apasih arti QUO VADIS?

Pertanyaan ini muncul saat saya mau membuat sebuah presentasi, dan ketika akan membuat judul presentasi tersebut munculah kata Quo Vadis.. wha.. kayaknya keren nih.. Googling dengan kata Quo Vadis.. wah .. banyak juga.. kayaknya saya memberi judul presentasi saya sangat klise dan tidak otentik... Tapi biarlah karena keburu waktu harus presentasi. Masih penasaran dengan kata ini akhirnya menuju ke Google untuk mencari artinya.Ini kutipan dari bahasa Latin saat ketemu di Google
13:36 dicit ei Simon Petrus Domine quo vadis respondit Iesus quo ego vado non potes me modo sequi sequeris autem postea.
Cari di Wikipedia ... Wah agak bingung dengan artinya, akhirnya dapat terjemahan yang menarik yaitu demikian "Kata Quo Vadis berasal dari Injil apokrif “Kisah Petrus”, yang menceritakan bahwa ketika Petrus hendak mengungsi dari kota Roma, di Via Appia (Appian Way).... Yesus menampakkan diri kepada Petrus, dan Petrus bertanya: “Quo Vadis Domine ?" "Whither goest thou?" "M…

Tragedi Simoncelli

23 Oktober 2011 merupakan hari naas bagi Marco Simoncelli, karena karier, kontroversi dan bahkan hidupnya berakhir di lintasan Sepang, yang pernah mengantar kebahagiaan di puncak kariernya. Saya bukan penggemar berat MotoGP, hanya suka saja melihat tantangan pebalapnya yang mencoba menjadi paling depan di antara pebalap yang lain. Kebetulan saja pas seri di Sepang ini, saya melihat bersama anak saya walaupun sebenarnya kurang menarik dari sisi persaingan karena Juara seri ini sudah di tangan Stoner.
Setelah putaran ke-2 kecelakaan pun terjadi, dan sayapun mengambil beberapa rekaman kejadian kecelakaan yang merenggut Simoncelli. Tabrakan terjadi kurang dari 1 detik karena begitu cepatnya sehingga helm Simoncellipun terlepas. Saya nggak habis pikir mengapa helm yang dirancang begitu kuat dapat terlepas dari kepala Simoncelli. Helm itu tentu sangat presisi melekat pada pipi, bentuk kepala, dan diikat dengan tali helm yang cukup kuat. Saat saya memakai helm yang bagus biasanya sangat susa…

Kritik Film Laskar Pelangi

Mengapa Laskar Pelangi menggelitik saya, untuk sekedar berkomentar tentang novel paling laris ini. Sungguh luar biasa menurut saya, mengapa novel ini dapat laris banget dengan kondisi melek baca di Indonesia yang sangat kecil dibandingkan dengan jumlah penduduknya. Saat baca novel ini, saya menjadi teringat sastrawan besar idola saya Pram...ada semburat alur yang sama, gaya penuturan yang mirip..dengan pak Pram... sehingga cukup membuat saya terhibur dengan kerinduan tulisan Pram.
Film baru diputar tanggal 25 September 2008, sehingga saya hanya melihat web site resmi film ini untuk melihat tokoh-tokoh bayangan saya, dengan tokoh bayangan sutradara di film. Tokoh bu Mus mengingatkan Nyai Ontosoroh.... sehingga tokoh ini begitu saya puja. Saat tokoh bu Mus diperankan oleh Cut Mini... bayangan bu Mus di benak saya menjadi terganggu. Di benak saya terlihat bahwa bu Mus tidak secantik Cut Mini.. sehingga balutan industri film memang cukup kental di sini tidak semurni nyawa tulisan Andrea Hi…