Monday, January 30, 2012

Hari yang Aneh??

Minggu merupakan hari yang saya nanti, karena kesibukan kerjaan dan saatnya beraktifitas mengurus rumah. Sungguh hari yang tidak terlupakan, pada tanggal 29 Januari 2012, cukup melelahkan dan cukup membuat pengalaman ini menjadikan saya dan istri saya harus siap dari segala skenario terburuk dalam hidup ini.
Pengalaman menghadapi keadaan-keadaan unpredictable, tidak terduga, tidak terbayangkan memang harus selalu ada dalam skenario hidup ini. Semua serba mungkin, dan kejadian-kejadian merupakan hal yang acak, terjadi dikarenakan adanya hubungan antar sebab akibat dalam melalui kehidupan ini. Pengalaman keluarga saya sudah cukup banyak dalam menghadapi kejadian dunia yang serba tidak menentu, seperti gempa Jogja 27 Desember 2006, angin puting beliung 25 September 2010, Merapi meletus 27 Oktober 2010, merupakan kejadian-kejadian alam yang membuat trauma anak-anak saya dan istri.
Minggu kemarin, saya sudah merencanakan dengan detail apa yang harus saya lakukan. Sudah jauh hari saya persiapkan untuk membenahi rumah, membetulkan atap bocor, menebang pohon yang sudah menjulang. Rencana detail sudah saya persiapkan dengan matang, termasuk bagaimana belanja perlengkapan perbaikan rumah, siapa tukang yang harus mengerjakan, jadwal yang ketat seperti mengerjakan project trilyunan rupiah.
Pagi-pagi saya sudah memastikan tukang yang akan menggarap, sambil memastikan pula kebutuhan bahan-bahan apa yang akan dipergunakan nanti. Awalpemeriksaan list daftar belanja sudah lengkap, tinggal berangkat membeli bahan-bahan tersebut. Permasalahan pertama muncul saat saya melihat tagihan belanja ternyata melebihi uang yang saya punya. Dengan alasan membawa pulang terlebih dahulu bahan yang berat, saya pun mengorek-ngorek semua isi kantong di rumah. Karena tidak sempat ke ATM, maka uang anak-anak pun ikut saya pinjam.
Selesai belanja, saatnya menebang pohon melinjo (Gnetum gnemon) yang cukup tinggi di depan rumah. Rencana menebang pohon ini sudah lama sekali saya lakukan, akan tetapi karena begitu tinggi dan besarnya pohon menjadikan rencana tersebut baru terlaksana saat ini.
Ranting paling atas mulai di tebang, dengan tujuan untuk memotong sedikit demi sedikit. Begitu lebatnya sehingga banyak ranting yang sudah terpotong tersangkut di dahan sisi bawah pohon. Sementara lalu lintas di jalan semakin ramai. Saya sudah berjaga-jaga saat dahan di potong untuk mengatur lalu lintas di sisi bawah yang semakin ramai. Saat dahan tersangkut pada kabel listrik, sayapun naik ke atas untuk mengambil dahan yang tersangkut. Nah.. permasalahan kedua muncul, saat ada sepeda motor yang nyelonong di jalan saat ranting-ranting pada berjatuhan. Satu motor tertimpa ranting, dan penumpang motor terjatuh.
Saya hanya berpikir, semoga tidak apa-apa... ternyata seorang ibu-ibu yang sudah berumur terjatuh dan kesakitan memegang tangannya. Saya perhatikan tangannya tampaknya agak bengkok, mungkin patah. Melihat ibu yang kesakitan ini, akhirnya saya bopong ke dalam rumah. Dan ternyata yang memboncengnya adalah anak ingusan yang tampaknya baru bisa naik motor. Ada beberapa tetangga yang ikut menolong untuk memberitahukan keluarganya.
Setelah anggota keluarga datang, akhirnya menuju ke ICU rumah sakit terdekat, untuk tindakan pertama. Dokter mengatakan tampaknya tangan ibu ini patah, harus di rontgen. Suasana semakin memanas karena ibu ini semakin kesakitan. Hasil rontgen memperlihatkan ada dislokasi sambungan tulang pergelangan, sehingga perlu dioperasi untuk menariknya kembali.
Karena mencari dokter bedah terlalu lama, anak ibu yang sakit menyarankan untuk diobati di Sangkal Putung Solo... wah jauh juga. Dengan tergesa-gesa saya pun mencari angkutan untuk ke sana.
Pengalaman ini sungguh tidak terpikirkan di skenario perencanaan semula. Semua serba cepat, terjadi begitu tiba-tiba. Terkadang saya berpikir mengapa bisa terjadi seperti ini. Saya tidak percaya takdir, akhirnya dalam menunggu carteran mobil ini saya berkontemplasi sejenak tentang pengalaman ini. Kecerobohan, adalah pangkal dari kejadian ini. Apabila mempunyai pengalaman dalam melakukan pekerjaan tertentu, resiko hal ini tentu bisa dihindari. Harapan saya saat itu, saya berharap ini hanyalah acara "Hari yang Aneh" kerjaan Uya Kuya di TV, yang segera barakhir dengan kelegaan target karena semuanya tidak terjadi secara nyata. Namun saya akhirnya sadar bahwa kenyataannya hal ini merupakan realita yang harus di lalui. Terkadang pengalaman seperti ini akan menambah wawasan dalam menangani sesuatu yang tidak terduga. Yaitu kesabaran, dan keikhlasan dalam melakukannya. Tanpa itu semua, beban akan terasa semakin berat. Apalagi permasalahan tidak terduga lain selalu siap di depan mata. Seperti permasalah ketiga yaitu saat sampai di perbatasan Klaten Solo menuju Sangkal Putung, mobil kita terkena 'Tilang" karena menerobos lampu merah.
Pengalaman buruk, tentu dimulai dari sesuatu sebab yang tidak terpikirkan, tidak terlihat, tidak terencana. Skenario terburuk, harus ada dalam setiap pekerjaan yang kita lalui. Dengan selalu menyadari skenario terburuk, apabila hal tersebut terjadi, kita lebih siap dalam menghadapinya. Semua ada hukum sebab akibat, apabila kita melupakan sesuatu, ada akibat yang akan terjadi setelahnya. Setelah terjadi, berpikir, merenung, menata kembali hati untuk lebih fokus dalam menanganinya. Hidup merupakan pengalaman unpredictable, tidak terduga, penuh tantangan, yang menambah penguatan batin kita masing-masing, inilah indahnya hidup.

No comments: