Monday, May 02, 2011

Bersandarlah Indah

mungkin hanya sebentar
hinggap dan lalu pergi
sudah kukibas tapakmu
kuredupkan apimu
tetapi kenang tetap tertahan

lihat bulan tlah lelah berkaca di segara
lihat matari tlah kenyang memadunya juga
tapak megamu tetap berayun

lepas... aku ingin ...lepas...
redup...aku ingin ...redup...
ini bukan saatnya lagi
membawa Indahnya lara itu

kau ketuk hati yang tlah renta
berkeriput masa meremuk raga
membiarkan debu melapuk rasa
yang tlah kubiarkan mati rasa

sandaraan rambutmu membalik masa
dewa bulan.. tahanlah waktumu sebentar
tak ingin ku terlelap..dalam gelap mu
bisukan rekah kokok pagimu
jalan..jalan... ooh jalan.. panjangkan jalanmu
hentilah detak waktumu... barang sebentar....

oooh lara mengapa kau siksa raga renta ini
ini bukan saatnya lagi
membawa indahnya lara itu

sesungging senyum pedih kau tarik di ujung bibirmu
membuat hangat lembut di dingin sudut hati..
saat ku tinggalkan laraku di sudut tapakmu
mungkin setitik air terlanjur tertumpah
membedah ujung dalam mata
dan cepat-cepat kau seka dengan punggung tanganmu
ini bukan saatnya lagi
membawa indahnya lara itu

sudah ku tapakkan kaki kanan ku
melangkah kembali... ke ritual ku
dan lupakan kenangan semuanya
maafkan aku......