Tuesday, October 25, 2011

Tragedi Simoncelli

23 Oktober 2011 merupakan hari naas bagi Marco Simoncelli, karena karier, kontroversi dan bahkan hidupnya berakhir di lintasan Sepang, yang pernah mengantar kebahagiaan di puncak kariernya. Saya bukan penggemar berat MotoGP, hanya suka saja melihat tantangan pebalapnya yang mencoba menjadi paling depan di antara pebalap yang lain. Kebetulan saja pas seri di Sepang ini, saya melihat bersama anak saya walaupun sebenarnya kurang menarik dari sisi persaingan karena Juara seri ini sudah di tangan Stoner.
Setelah putaran ke-2 kecelakaan pun terjadi, dan sayapun mengambil beberapa rekaman kejadian kecelakaan yang merenggut Simoncelli. Tabrakan terjadi kurang dari 1 detik karena begitu cepatnya sehingga helm Simoncellipun terlepas. Saya nggak habis pikir mengapa helm yang dirancang begitu kuat dapat terlepas dari kepala Simoncelli. Helm itu tentu sangat presisi melekat pada pipi, bentuk kepala, dan diikat dengan tali helm yang cukup kuat. Saat saya memakai helm yang bagus biasanya sangat susah memasukkan kepala ke lubang helm, bagaimana bisa terjadi lepas begitu saja.
Penasaran hal tersebut, aku lihat beberapa rekaman video saat terjadi kecelakaan tersebut, pada posisi manasih yang menyebabkan Simoncelli meregang nyawa. Ini foto inset terlihat posisi saat Simoncelli ditabrak Colin Edwards.


Tabrakan roda depan dari Colin Edwards ini yang menyebabkan trauma pada dada Simoncelli, karena posisi punggung jelas terkena roda depan dari Colin Edwards. Pada gambar berikut terlihat tubrukan Colin Edwards mengenai punggung Simoncelli.

Terlihat tangan kanan Simoncelli di sisi kanan motor Rossi, sudah terlepas dari genggaman gas motornya. Saat ini helm Simoncelli belum terlepas, akibat dari tubrukan ini badan Simoncelli kemungkinan terlempar ke sisi roda depan Rosi, terlihat dari tangan Simoncelli pada gambar di atas. Pada saat ini dipastikan Simoncelli sudah tidak sadarkan diri karena mendapat tubrukan yang hebat pada punggungnya. Karena mendapat tekanan dari roda depan Rossi yang ikut menghantam leher dan helm Simoncelli, maka saat inilah helm terlepas dari kepala Simoncelli. Karena kekuatan tali helm, dan desain helm yang cukup lekat di kepala, maka trauma leher dan kepala menjadi sangat parah.

Helm tampaknya putus pada sisi kanan, terlihat dari tali helm yang bertambah panjang dan masih utuh sambungannya pada sisi kiri. Pada saat ini Simoncelli sudah sangat-sangat kritis karena luka parah pada dada, efek dari tertabraknya bagian belakang punggungnya, ditambah dengan tabrakan di leher dan kepala sisi belakang oleh motor Rossi.

Jadi kesimpulannya, trauma dada disebabkan oleh tubrukan dari Colin Edwards, kemudian diperparah dengan tubrukan roda depan dari motor Rossi yang menyebabkan helm Simoncelli terlepas.

Monday, May 02, 2011

Bersandarlah Indah

mungkin hanya sebentar
hinggap dan lalu pergi
sudah kukibas tapakmu
kuredupkan apimu
tetapi kenang tetap tertahan

lihat bulan tlah lelah berkaca di segara
lihat matari tlah kenyang memadunya juga
tapak megamu tetap berayun

lepas... aku ingin ...lepas...
redup...aku ingin ...redup...
ini bukan saatnya lagi
membawa Indahnya lara itu

kau ketuk hati yang tlah renta
berkeriput masa meremuk raga
membiarkan debu melapuk rasa
yang tlah kubiarkan mati rasa

sandaraan rambutmu membalik masa
dewa bulan.. tahanlah waktumu sebentar
tak ingin ku terlelap..dalam gelap mu
bisukan rekah kokok pagimu
jalan..jalan... ooh jalan.. panjangkan jalanmu
hentilah detak waktumu... barang sebentar....

oooh lara mengapa kau siksa raga renta ini
ini bukan saatnya lagi
membawa indahnya lara itu

sesungging senyum pedih kau tarik di ujung bibirmu
membuat hangat lembut di dingin sudut hati..
saat ku tinggalkan laraku di sudut tapakmu
mungkin setitik air terlanjur tertumpah
membedah ujung dalam mata
dan cepat-cepat kau seka dengan punggung tanganmu
ini bukan saatnya lagi
membawa indahnya lara itu

sudah ku tapakkan kaki kanan ku
melangkah kembali... ke ritual ku
dan lupakan kenangan semuanya
maafkan aku......