Skip to main content

Mega Erupsi?

Memang cukup shock mendengar judul tulisan blog ini, sebab hingga blog ini ditulis .. erupsi Merapi masih berlangsung dengan asap yang membubung tinggi terlihat dari jalan Parangtritis rumah saya pada pagi tadi sekitar jam 6.30. Pernah mendengar rumor paranormal bahwa Yogyakarta akan lenyap dari muka bumi, dan Jawa akan terbelah menjadi dua... Yah .. saya seorang yang logis.. tidak akan menerima rumor tersebut dengan mudah.
Prosesnya menurut paranormal tersebut adalah demikian, bahwa di bawah kota Jogja ternyata sudah berongga karena banyaknya erupsi Merapi yang mengeluarkan bahan-bahan yang ada diperut bumi di bawah Kota Jogjakarta berabad-abad lamanya. Sehingga kota Jogja akan ambles dan saat itu air laut pantai selatan akan masuk ke dalam, sehingga akan memisahkan pulau Jawa menjadi dua. Saya pernah kuliah di jurusan Geografi, dan sedikit pernah mendapat ilmu Geologi, sehingga saat itu saya berfikir secara logis bahwa kemungkinan tersebut pasti bisa juga masuk akal. Setelah Gempa Tektonik di Jogja 27 Mei 2006, rumor tentang rongga di bawah Kota Jogja semakin santer, karena seringnya terdengar semacam runtuhan di sekitar Bantul, sebelum mengiringi gempa. Saya mempercayai ramalan tersebut, karena secara geologi memungkinkan untuk terjadi, akan tetapi skala waktunya mungkin bisa ribuan tahun baru terjadi hal demikian.
Saat terjadi erupsi Merapi yang dimulai pada tanggal 26 Oktober 2010, dan erupsi besar terjadi pada tanggal 5 November 2010, rumor tentang bakal lenyapnya kota Jogja kembali santer terdengar, apalagi rumor itu mengatakan bahwa Jogja akan tenggelam oleh Lava dan Awan panas sejauh 60 Km dari puncak merapi. Kepanikan warga sudah mulai terlihat setelah sebuah stasiun TV Swasta memberikan peringatan yang cenderung menjadi teror di tengah ketidak pastian kapan berhentinya erupsi merapi.
Saya jadi teringat teori yang pernah terdengar tentang pecahnya pulau Jawa menjadi dua, yang dulu pernah saya pelajari. Dari referensi yang diberikan teman tentang penjelasan geologi Merapi di http://bit.ly/9KXbXe menjelaskan bahwa kandungan magma Merapi telah membentuk reservoir yang besar di bawahnya. Menurut artikel tersebut, kandungan reservoir magma ini 3 kali lebih besar dibanding dengan kandungan saat gunung Tambora meletus pada tahun 1816. Anda dapat membayangkan begitu besarnya reservoir ini, mengingat letusan Tambora pada tahun tersebut telah menyebabkan kondisi Bumi menjadi berawan selama satu tahun dan mepengaruhi iklim dunia pada saat itu. Menurut penulis artikel tersebut, sangat mungkin Merapi meletus menghasilkan Mega Eruption yang akan mengancam tidak hanya penduduk di sekitarnya.
Geologist dan vulkanologist penulis ini juga memberikan peringatan tentang bagaimana terjadinya sebuah erupsi gunung, di mana Merapi telah aktif memuntahkan lavanya berpuluh tahun yang lalu. Dan muntahan Lava ini membentuk kubah lava, dan terkadang mempersempit bahkan menyumbat aliran lava tersebut secara perlahan. Terkadang Merapi bererupsi, karena tekanan magma sudah sedemikian besarnya, sehingga katup magma sudah tidak kuat menahan dorongan dari dalam. Sinyal bahwa sebuah gunung akan bererupsi secara besar atau mega eruption adalah adanya letusan dan awan panas tersebut yang akan berlangsung selama kurang lebih satu bulan lamanya. Apabila intensitas Merapi selama satu bulan erupsinya masih sangat tinggi, demikian itulah tanda-tanda akan terjadinya Mega Erupsi seperti pengalaman Tambora 1816 dan erupsi Krakatau 1883. Menurut vulkanologis peneliti dari Jerman tersebut, menyarankan apabila dalam satu bulan erupsi tidak berhenti, maka ada baiknya tempat-tempat di sekitar gunung tersebut dikosongkan termasuk kota Yogyakarta yang berpenduduk sangat padat.
Dalam artikel di web ini juga dijelaskan mengapa reservoir magma terbentuk di Merapi, dengan penjelasan gambar yang cukup jelas di sini. Konsep diagram ini ternyata seperti teori awal akan tenggelamnya Jogjakarta dan terpecahnya Jawa menjadi dua seperti artikel awal ini saya sebut. Mengingat gempa-gempa teknonik dan vulkanik yang terjadi beberapa waktu yang lalu tampaknya teori dari gambar ini memang betul-betul merepresentasikan apa yang sedang terjadi. Sekali lagi menurut saya, waktu terjadinya mungkin bisa terjadi dalam jangka waktu saat ini hingga beribu tahun yang akan datang, entah lah... Karena menurut Vulkanologist tersebut, proses pengumpulan reservoir magma ini telah terjadi ber-ratus-ratus tahun yang lalu.. sehingga apabila pertanda-pertanda mega erupsi terjadi, tidak ada salahnya jika kita selalu waspada.
Jadi inget film Dantes Peak dibintangi oleh Pierce Brosnan, Linda Halmiton yang didasarkan kisah nyata dari letusan Gunung St. Helen dan Pinatubo.

Comments

Popular posts from this blog

Apasih arti QUO VADIS?

Pertanyaan ini muncul saat saya mau membuat sebuah presentasi, dan ketika akan membuat judul presentasi tersebut munculah kata Quo Vadis.. wha.. kayaknya keren nih.. Googling dengan kata Quo Vadis.. wah .. banyak juga.. kayaknya saya memberi judul presentasi saya sangat klise dan tidak otentik... Tapi biarlah karena keburu waktu harus presentasi. Masih penasaran dengan kata ini akhirnya menuju ke Google untuk mencari artinya.Ini kutipan dari bahasa Latin saat ketemu di Google
13:36 dicit ei Simon Petrus Domine quo vadis respondit Iesus quo ego vado non potes me modo sequi sequeris autem postea.
Cari di Wikipedia ... Wah agak bingung dengan artinya, akhirnya dapat terjemahan yang menarik yaitu demikian "Kata Quo Vadis berasal dari Injil apokrif “Kisah Petrus”, yang menceritakan bahwa ketika Petrus hendak mengungsi dari kota Roma, di Via Appia (Appian Way).... Yesus menampakkan diri kepada Petrus, dan Petrus bertanya: “Quo Vadis Domine ?" "Whither goest thou?" "M…

Tragedi Simoncelli

23 Oktober 2011 merupakan hari naas bagi Marco Simoncelli, karena karier, kontroversi dan bahkan hidupnya berakhir di lintasan Sepang, yang pernah mengantar kebahagiaan di puncak kariernya. Saya bukan penggemar berat MotoGP, hanya suka saja melihat tantangan pebalapnya yang mencoba menjadi paling depan di antara pebalap yang lain. Kebetulan saja pas seri di Sepang ini, saya melihat bersama anak saya walaupun sebenarnya kurang menarik dari sisi persaingan karena Juara seri ini sudah di tangan Stoner.
Setelah putaran ke-2 kecelakaan pun terjadi, dan sayapun mengambil beberapa rekaman kejadian kecelakaan yang merenggut Simoncelli. Tabrakan terjadi kurang dari 1 detik karena begitu cepatnya sehingga helm Simoncellipun terlepas. Saya nggak habis pikir mengapa helm yang dirancang begitu kuat dapat terlepas dari kepala Simoncelli. Helm itu tentu sangat presisi melekat pada pipi, bentuk kepala, dan diikat dengan tali helm yang cukup kuat. Saat saya memakai helm yang bagus biasanya sangat susa…

Kritik Film Laskar Pelangi

Mengapa Laskar Pelangi menggelitik saya, untuk sekedar berkomentar tentang novel paling laris ini. Sungguh luar biasa menurut saya, mengapa novel ini dapat laris banget dengan kondisi melek baca di Indonesia yang sangat kecil dibandingkan dengan jumlah penduduknya. Saat baca novel ini, saya menjadi teringat sastrawan besar idola saya Pram...ada semburat alur yang sama, gaya penuturan yang mirip..dengan pak Pram... sehingga cukup membuat saya terhibur dengan kerinduan tulisan Pram.
Film baru diputar tanggal 25 September 2008, sehingga saya hanya melihat web site resmi film ini untuk melihat tokoh-tokoh bayangan saya, dengan tokoh bayangan sutradara di film. Tokoh bu Mus mengingatkan Nyai Ontosoroh.... sehingga tokoh ini begitu saya puja. Saat tokoh bu Mus diperankan oleh Cut Mini... bayangan bu Mus di benak saya menjadi terganggu. Di benak saya terlihat bahwa bu Mus tidak secantik Cut Mini.. sehingga balutan industri film memang cukup kental di sini tidak semurni nyawa tulisan Andrea Hi…