Tuesday, November 09, 2010

Mega Erupsi?

Memang cukup shock mendengar judul tulisan blog ini, sebab hingga blog ini ditulis .. erupsi Merapi masih berlangsung dengan asap yang membubung tinggi terlihat dari jalan Parangtritis rumah saya pada pagi tadi sekitar jam 6.30. Pernah mendengar rumor paranormal bahwa Yogyakarta akan lenyap dari muka bumi, dan Jawa akan terbelah menjadi dua... Yah .. saya seorang yang logis.. tidak akan menerima rumor tersebut dengan mudah.
Prosesnya menurut paranormal tersebut adalah demikian, bahwa di bawah kota Jogja ternyata sudah berongga karena banyaknya erupsi Merapi yang mengeluarkan bahan-bahan yang ada diperut bumi di bawah Kota Jogjakarta berabad-abad lamanya. Sehingga kota Jogja akan ambles dan saat itu air laut pantai selatan akan masuk ke dalam, sehingga akan memisahkan pulau Jawa menjadi dua. Saya pernah kuliah di jurusan Geografi, dan sedikit pernah mendapat ilmu Geologi, sehingga saat itu saya berfikir secara logis bahwa kemungkinan tersebut pasti bisa juga masuk akal. Setelah Gempa Tektonik di Jogja 27 Mei 2006, rumor tentang rongga di bawah Kota Jogja semakin santer, karena seringnya terdengar semacam runtuhan di sekitar Bantul, sebelum mengiringi gempa. Saya mempercayai ramalan tersebut, karena secara geologi memungkinkan untuk terjadi, akan tetapi skala waktunya mungkin bisa ribuan tahun baru terjadi hal demikian.
Saat terjadi erupsi Merapi yang dimulai pada tanggal 26 Oktober 2010, dan erupsi besar terjadi pada tanggal 5 November 2010, rumor tentang bakal lenyapnya kota Jogja kembali santer terdengar, apalagi rumor itu mengatakan bahwa Jogja akan tenggelam oleh Lava dan Awan panas sejauh 60 Km dari puncak merapi. Kepanikan warga sudah mulai terlihat setelah sebuah stasiun TV Swasta memberikan peringatan yang cenderung menjadi teror di tengah ketidak pastian kapan berhentinya erupsi merapi.
Saya jadi teringat teori yang pernah terdengar tentang pecahnya pulau Jawa menjadi dua, yang dulu pernah saya pelajari. Dari referensi yang diberikan teman tentang penjelasan geologi Merapi di http://bit.ly/9KXbXe menjelaskan bahwa kandungan magma Merapi telah membentuk reservoir yang besar di bawahnya. Menurut artikel tersebut, kandungan reservoir magma ini 3 kali lebih besar dibanding dengan kandungan saat gunung Tambora meletus pada tahun 1816. Anda dapat membayangkan begitu besarnya reservoir ini, mengingat letusan Tambora pada tahun tersebut telah menyebabkan kondisi Bumi menjadi berawan selama satu tahun dan mepengaruhi iklim dunia pada saat itu. Menurut penulis artikel tersebut, sangat mungkin Merapi meletus menghasilkan Mega Eruption yang akan mengancam tidak hanya penduduk di sekitarnya.
Geologist dan vulkanologist penulis ini juga memberikan peringatan tentang bagaimana terjadinya sebuah erupsi gunung, di mana Merapi telah aktif memuntahkan lavanya berpuluh tahun yang lalu. Dan muntahan Lava ini membentuk kubah lava, dan terkadang mempersempit bahkan menyumbat aliran lava tersebut secara perlahan. Terkadang Merapi bererupsi, karena tekanan magma sudah sedemikian besarnya, sehingga katup magma sudah tidak kuat menahan dorongan dari dalam. Sinyal bahwa sebuah gunung akan bererupsi secara besar atau mega eruption adalah adanya letusan dan awan panas tersebut yang akan berlangsung selama kurang lebih satu bulan lamanya. Apabila intensitas Merapi selama satu bulan erupsinya masih sangat tinggi, demikian itulah tanda-tanda akan terjadinya Mega Erupsi seperti pengalaman Tambora 1816 dan erupsi Krakatau 1883. Menurut vulkanologis peneliti dari Jerman tersebut, menyarankan apabila dalam satu bulan erupsi tidak berhenti, maka ada baiknya tempat-tempat di sekitar gunung tersebut dikosongkan termasuk kota Yogyakarta yang berpenduduk sangat padat.
Dalam artikel di web ini juga dijelaskan mengapa reservoir magma terbentuk di Merapi, dengan penjelasan gambar yang cukup jelas di sini. Konsep diagram ini ternyata seperti teori awal akan tenggelamnya Jogjakarta dan terpecahnya Jawa menjadi dua seperti artikel awal ini saya sebut. Mengingat gempa-gempa teknonik dan vulkanik yang terjadi beberapa waktu yang lalu tampaknya teori dari gambar ini memang betul-betul merepresentasikan apa yang sedang terjadi. Sekali lagi menurut saya, waktu terjadinya mungkin bisa terjadi dalam jangka waktu saat ini hingga beribu tahun yang akan datang, entah lah... Karena menurut Vulkanologist tersebut, proses pengumpulan reservoir magma ini telah terjadi ber-ratus-ratus tahun yang lalu.. sehingga apabila pertanda-pertanda mega erupsi terjadi, tidak ada salahnya jika kita selalu waspada.
Jadi inget film Dantes Peak dibintangi oleh Pierce Brosnan, Linda Halmiton yang didasarkan kisah nyata dari letusan Gunung St. Helen dan Pinatubo.