Tuesday, November 09, 2010

Mega Erupsi?

Memang cukup shock mendengar judul tulisan blog ini, sebab hingga blog ini ditulis .. erupsi Merapi masih berlangsung dengan asap yang membubung tinggi terlihat dari jalan Parangtritis rumah saya pada pagi tadi sekitar jam 6.30. Pernah mendengar rumor paranormal bahwa Yogyakarta akan lenyap dari muka bumi, dan Jawa akan terbelah menjadi dua... Yah .. saya seorang yang logis.. tidak akan menerima rumor tersebut dengan mudah.
Prosesnya menurut paranormal tersebut adalah demikian, bahwa di bawah kota Jogja ternyata sudah berongga karena banyaknya erupsi Merapi yang mengeluarkan bahan-bahan yang ada diperut bumi di bawah Kota Jogjakarta berabad-abad lamanya. Sehingga kota Jogja akan ambles dan saat itu air laut pantai selatan akan masuk ke dalam, sehingga akan memisahkan pulau Jawa menjadi dua. Saya pernah kuliah di jurusan Geografi, dan sedikit pernah mendapat ilmu Geologi, sehingga saat itu saya berfikir secara logis bahwa kemungkinan tersebut pasti bisa juga masuk akal. Setelah Gempa Tektonik di Jogja 27 Mei 2006, rumor tentang rongga di bawah Kota Jogja semakin santer, karena seringnya terdengar semacam runtuhan di sekitar Bantul, sebelum mengiringi gempa. Saya mempercayai ramalan tersebut, karena secara geologi memungkinkan untuk terjadi, akan tetapi skala waktunya mungkin bisa ribuan tahun baru terjadi hal demikian.
Saat terjadi erupsi Merapi yang dimulai pada tanggal 26 Oktober 2010, dan erupsi besar terjadi pada tanggal 5 November 2010, rumor tentang bakal lenyapnya kota Jogja kembali santer terdengar, apalagi rumor itu mengatakan bahwa Jogja akan tenggelam oleh Lava dan Awan panas sejauh 60 Km dari puncak merapi. Kepanikan warga sudah mulai terlihat setelah sebuah stasiun TV Swasta memberikan peringatan yang cenderung menjadi teror di tengah ketidak pastian kapan berhentinya erupsi merapi.
Saya jadi teringat teori yang pernah terdengar tentang pecahnya pulau Jawa menjadi dua, yang dulu pernah saya pelajari. Dari referensi yang diberikan teman tentang penjelasan geologi Merapi di http://bit.ly/9KXbXe menjelaskan bahwa kandungan magma Merapi telah membentuk reservoir yang besar di bawahnya. Menurut artikel tersebut, kandungan reservoir magma ini 3 kali lebih besar dibanding dengan kandungan saat gunung Tambora meletus pada tahun 1816. Anda dapat membayangkan begitu besarnya reservoir ini, mengingat letusan Tambora pada tahun tersebut telah menyebabkan kondisi Bumi menjadi berawan selama satu tahun dan mepengaruhi iklim dunia pada saat itu. Menurut penulis artikel tersebut, sangat mungkin Merapi meletus menghasilkan Mega Eruption yang akan mengancam tidak hanya penduduk di sekitarnya.
Geologist dan vulkanologist penulis ini juga memberikan peringatan tentang bagaimana terjadinya sebuah erupsi gunung, di mana Merapi telah aktif memuntahkan lavanya berpuluh tahun yang lalu. Dan muntahan Lava ini membentuk kubah lava, dan terkadang mempersempit bahkan menyumbat aliran lava tersebut secara perlahan. Terkadang Merapi bererupsi, karena tekanan magma sudah sedemikian besarnya, sehingga katup magma sudah tidak kuat menahan dorongan dari dalam. Sinyal bahwa sebuah gunung akan bererupsi secara besar atau mega eruption adalah adanya letusan dan awan panas tersebut yang akan berlangsung selama kurang lebih satu bulan lamanya. Apabila intensitas Merapi selama satu bulan erupsinya masih sangat tinggi, demikian itulah tanda-tanda akan terjadinya Mega Erupsi seperti pengalaman Tambora 1816 dan erupsi Krakatau 1883. Menurut vulkanologis peneliti dari Jerman tersebut, menyarankan apabila dalam satu bulan erupsi tidak berhenti, maka ada baiknya tempat-tempat di sekitar gunung tersebut dikosongkan termasuk kota Yogyakarta yang berpenduduk sangat padat.
Dalam artikel di web ini juga dijelaskan mengapa reservoir magma terbentuk di Merapi, dengan penjelasan gambar yang cukup jelas di sini. Konsep diagram ini ternyata seperti teori awal akan tenggelamnya Jogjakarta dan terpecahnya Jawa menjadi dua seperti artikel awal ini saya sebut. Mengingat gempa-gempa teknonik dan vulkanik yang terjadi beberapa waktu yang lalu tampaknya teori dari gambar ini memang betul-betul merepresentasikan apa yang sedang terjadi. Sekali lagi menurut saya, waktu terjadinya mungkin bisa terjadi dalam jangka waktu saat ini hingga beribu tahun yang akan datang, entah lah... Karena menurut Vulkanologist tersebut, proses pengumpulan reservoir magma ini telah terjadi ber-ratus-ratus tahun yang lalu.. sehingga apabila pertanda-pertanda mega erupsi terjadi, tidak ada salahnya jika kita selalu waspada.
Jadi inget film Dantes Peak dibintangi oleh Pierce Brosnan, Linda Halmiton yang didasarkan kisah nyata dari letusan Gunung St. Helen dan Pinatubo.

Friday, October 15, 2010

Kaidah 10.000 Jam

Ilmu ini saya ketahui setelah membaca bukunya Malcolm Gladwell dengan judul Outliers. Dalam satu artikelnya, Gladwell menjelaskan bahwa setiap sebuah keahlian baik keahlian fisik, maupun non fisik akan mencapai puncaknya setelah melalui proses berulang hingga 10.000 jam. Apabila Anda ingin menjadi ahli matematika, maka Anda harus berlatih menyelesaikan soal-soal matematika setiap hari dalam jangka waktu tertentu. Apabila anda berlatih konsisten selama 4 jam sehari, maka Anda akan menjadi ahli matematika yang mumpuni setelah 7 tahun. Demikian juga dengan keahlian lain, seperti mengendarai sepeda misalnya.
Lho... mengendarai sepeda kok membutuhkan waktu lama? lha ini mengendarai sepeda khusus yaitu sepeda Trials. Saya penasaran dengan tokoh legendaris sepeda Trials dunia maya yaitu Danny MacAskill. Sepeda Trials adalah permainan sepeda akrobatik, yang butuh skill keseimbangan tubuh yang prima. Mengapa MacAskill dapat menguasai teknik-teknik bermain sepeda Trials dengan begitu sempurna. Terjawab sudah setelah melihat beberapa petikan wawancara MacAskill dengan RedBull, dimana kaidah 10.000 jam terbukti memang demikian adanya. Setiap hari MacAskill berlatih sepeda hingga 4 Jam, sehingga kalau saya hitung dia butuh 7 tahun untuk menguasai semua teknik Trials yang rata-rata sangat sulit dikuasai. Dia menguasai skill-skill sulit tersebut hanya karena 'gila'-nya mengendarai sepeda.
Saya mempunyai sepeda Trials 20" seperti BMX, dan sepeda ini memang didedikasikan untuk hanya bermain Trials saja tidak untuk yang lain seperti aktivitas sepeda biasa. Untuk menguasai satu teknik dasar saja membutuhkan waktu berbulan bahkan bertahun-tahun. Setiap hari saya mengendarai sepeda trials paling 15 menit sehari. Untuk menjadi ahli apabila menggunakan kaidah 10.000 jam, saya butuh waktu 100 tahun untuk dapat menjadi pengendara Trials yang ahli. Anda mau mencoba ?

Tuesday, September 14, 2010

Gudeg Permata Jogja

Makan gudeg merupakan acara wajib jika Anda berkunjung ke kota Jogjakarta. Karena mengantar adik yang kepingin makan gudeg, akhirnya mencicipi juga warung gudeg yang cukup terkenal di dekat bioskop Permata. Gedung bioskop tua ini mungkin menjadi saksi kesederhanaan warung Gudeg yang bersandar di emperan belakangnya.
Antri panjang apalagi saat lebaran dan liburan datang, merupakan rutinitas wajib jika ingin mencicipi nikmatnya gudeg ini. Bagi yang kurang sabar, tentu akan tersiksa dengan keadaan demikian. Banyak pelajaran yang dapat ditarik dari warung gudeg sederhana yang cukup dikenal bagi:
Pertama; sabar dalam melayani pelanggan, walaupun kerumunan pelanggan yang kelaparan dengan sumpah serapahnya, layanan tetap dilakukan dengan hati-hati dan cermat. Saat saya ikut antri panjang, ada ibu-ibu dari luar kota kayaknya, dengan kasarnya berkata tidak akan lagi ke sini untuk membeli gudegnya karena saking lamanya antre. Yang mengejutkan adalah kesabaran, kepasrahan penjualnya dengan senyum tetap melayani antrean panjang pembeli.
Kedua; rasa adalah nomor satu sehingga pelanggan akan dapat menikmati rasa gudeg dengan rasa yang tidak berkurang sedikitpun walupun jumlah pelanggan bertambah banyak. Gudeg Permata merupakan gudeg 'basah' di samping jenis gudeg yang lain yang dikenal yaitu gudeg kering tanpa kuah. Gudeg kering yang cukup enak dapat Anda coba di depan Kehutanan UGM, jika penasaran. Bau harum, rasa manis yang imbang dengan asin, nampaknya membuat ketagihan para pemburu kuliner di Jogja.
Ketiga: pasrah.. karena tidak ada tempat untuk makan pelanggan, praktis kepasrahan jika hujan tiba harus rela berdiri di emper-emper toko.
Keempat: SOP yang jelas untuk setiap bagian pekerjaan dengan standar yang cukup baik. Sebagai contoh jika ada pesanan pelanggan yang telah jadi, maka akan di antar sampai ketemu yang mesan. Terkadang tidak sabarnya pembeli, ada yang mengaku-aku miliknya, akan tetapi penjual gudeg selalu menanyakan spesifikasi pesanan yang dipesannya tidak asal mengaku-aku.
Tidak heran jika warung sederhana yang menempel di Bioskop Permata ini cukup dikenal dan menjadi referen untuk pecinta kuliner... coba saat ke Jogja.. dan warung ini hanya buka jam 21.00 hingga subuh.

Saturday, August 07, 2010

Buku Agama Anakku

Saat bersama mengerjakan PR Agama anakku, sering terjadi diskusi yang menarik antara anak dan bapak. Anakku sekolah di Muhammadiyah kelas 6 SD, dan selalu kritis kalau bertanya walaupun di sekolahannya termasuk murid yang biasa .. dan tidak pernah mendapat ranking.
Saya agak terkejut dengan soal PR yang dikerjakan anakku, karena pertanyaan yang diajukan sudah menyinggung kepercayaan dan keyakinan orang lain. Lalu aku tanyakan, buku apa nak yang digunakan gurumu? mana soalnya?Jawaban anakku persis seperti penjelasan di dalam buku, karena hapalan anakku cukup baiklah dibanding bapaknya. Saya jadi bertanya-tanya, apakah buku ini sudah memikirkan dampak buruknya, dimana buku ini dapat menyinggung kepercayaan dan keyakinan anak lain yang kebetulan tidak seiman dengan anak saya. Tidakkah lebih bijak memberikan contoh untuk tidak menyinggung hal yang di luar keyakinan yang diyakini diri kita sendiri.
Hasil dari pembelajaran ini akan dibawa sampai mereka dewasa. Sifat toleransi dengan agama lain sebaiknya lebih ditekankan, bukan menegaskan apalagi menyinggung apa yang tidak diyakini. Apakah buku agama lain juga demikian? wah bisa berbahaya sekali masa depan anak-anak kita.

Friday, July 30, 2010

Bagaimana Buku ditemukan

Kapan buku itu ditemukan, merupakan pertanyaan yang menarik untuk diuraikan. Buku ditemukan ternyata berhubungan dengan penulisan Al-Kitab, pada jaman dahulu sekitar abad awal-awal masehi, dimana manusia sadar akan pentingnya tulisan untuk merekam kejadian ataupun pencatatan surat-surat di dalam kitab suci kaum Nasrani.
Kesadaran dokumentasi, sangat diperlukan untuk melestarikan naskah-naskah Injil mula-mula. Naskah-naskah mula-mula itu ditulis pada lembaran kertas kuno mula-mula yang disebut Papirus dalam bahasa Yunani. Kertas kuno Papirus ini berbentuk lembaran berserat kasar terbuat dari tanaman air daun alang-alang. Naskah-naskah tersebut berbentuk gulungan-gulungan untuk memudahkan proses penyimpanan atau pengarsipan. Seiring perjalanan waktu, gulungan-gulungan ini ternyata merepotkan dan tidak efektif dalam menyimpan sejumlah tulisan. Akhirnya muncul ide untuk menyatukan lembaran-lembaran itu dengan cara disatukan atau di jilid salah satu sisinya. Ide ini juga mengefektifkan area kertas yang pada saat sistem gulung hanya satu sisi, kemudian dibuat dua sisi setiap lembarnya.
Dengan teknik ini otomatis jumlah huruf akan lebih banyak ditulis dalam satu lembar Papirus. Dan inilah buku pertama muncul, dan teknik ini juga menyadarkan pentingnya memberikan penomoran halaman untuk mempermudah pencarian halaman. Buku ini disebut Codex oleh seorang pujangga Roma bernama Marcus Valerius Martialis pada tahun 84-86 M.

Wednesday, July 07, 2010

Surat RA Kartini

Saya sangat terkesan dengan surat Kartini pada Estelle Zeehandelaar pada tangal 6 Nov 1899, begini bunyinya:" Duh, Tuhan, kadang aku ingin, hendaknya tiada satu agamapun di atas dunia ini. Karena agama-agama ini, yang justru harus persatukan semua orang, sepanjang berabad-abad yang telah lewat menjadi biang-keladi peperangan dan perpecahan, dari drama-drama pembunuhan yang paling kejam. Orang-orang dari orangtua yang sama berdiri berhadap-hadapan, karena cara mereka beribadah kepada Tuhan yang sama berbeda......

Benarkah agama menjadi karunia bagi umat manusia? Sering pertanyaan itu timbul dalam hatiku yang ragu. Agama yang seharusnya melindungi diri kita dari dosa ini, berapa saja kejahatan yang orang telah lakukan atas namaMu!".

-Panggil Aku Kartini Saja- Pramoedya Ananta Toer

Tuesday, May 25, 2010

Kemarin Ulang Tahun

Tidak ada hal yang istimewa setiap aku berulang tahun, mungkin karena sejak kecil tidak ada kamus Ulang Tahun menjadi hal yang istimewa bagi keluargaku. Hingga saat ini aku sudah berkeluarga, hari kelahiran bukan menjadi hal yang istimewa. Seperti kemarin, pulang malem dari kantor, makan di rumah dengan lauk seadanya seperti biasanya, anak istri biasa saja menyambut hari ulang tahun tidak ada hal yang berubah. Tidak ada kado, tidak ada makan-makan, tidak ada sesuatu yang spesial.. mengalir saja. Banyak orang merayakan hari ulang tahunnya, dengan berbagai kegiatan, itu hak mereka.. dan terkadang jadi bertanya-tanya.. kenapa sejak kecil dulu orang tuaku tidak pernah memberikan sebuah hal istimewa saat berulang tahun.
Anak-anakku apabila saat berulang tahun, sudah ku didik untuk tidak mengistimewakannya, biasa saja.. terkadang karena kasihan akhirnya kita sepakat untuk makan di luar.. memberikan barang-barang yang sebenarnya sudah dibeli beberapa waktu yang lalu sebelumnya, sekedar dibungkus untuk memberikan kenangan dan kesenangan sebentar bagi mereka.
Cukup terharu juga.. dengan dibantu Face Book, ternyata banyak teman yang mengucapkan Selamat Ulang Tahun... inilah yang namanya hidup bersosial.. sehingga keakraban kembali terjalin saat seseorang berulang tahun, di mana bertahun-tahun yang lalu saat dilahirkan di dunia oleh seorang ibu yang berjuang antara hidup dan mati menjadi awal perhitungan umur kita.
Ulang tahun = introspeksi, padahal setiap hari sudah introspeksi
Ulang tahun = merenung, setiap hari sudah merenung
Ulang tahun = menghitung timbangan kebaikan, setiap hari sudah berhitung

Tuesday, April 20, 2010

Apasih arti QUO VADIS?

Pertanyaan ini muncul saat saya mau membuat sebuah presentasi, dan ketika akan membuat judul presentasi tersebut munculah kata Quo Vadis.. wha.. kayaknya keren nih.. Googling dengan kata Quo Vadis.. wah .. banyak juga.. kayaknya saya memberi judul presentasi saya sangat klise dan tidak otentik... Tapi biarlah karena keburu waktu harus presentasi. Masih penasaran dengan kata ini akhirnya menuju ke Google untuk mencari artinya.Ini kutipan dari bahasa Latin saat ketemu di Google
13:36 dicit ei Simon Petrus Domine quo vadis respondit Iesus quo ego vado non potes me modo sequi sequeris autem postea.
Cari di Wikipedia ... Wah agak bingung dengan artinya, akhirnya dapat terjemahan yang menarik yaitu demikian "Kata Quo Vadis berasal dari Injil apokrif “Kisah Petrus”, yang menceritakan bahwa ketika Petrus hendak mengungsi dari kota Roma, di Via Appia (Appian Way).... Yesus menampakkan diri kepada Petrus, dan Petrus bertanya: “Quo Vadis Domine ?" "Whither goest thou?" "Mau kemanaTuhan ?”. Lalu Yesus menjawab: “Ke Roma supaya disalibkan lagi“. Saat itu Petrus sadar bahwa ia tidak boleh meninggalkan umatNya yang dianiaya Nero, kemudian Petrus kembali ke Roma dan mati syahid dengan disalib. "
Seorang sastrawan Polandia, Henryk Sienkiewicz pada tahun 1895 M, menulis kisah itu dalam sebuah novel sejarah berjudul Quo Vadis.
Nah lengkap sudah... arti kata Quo Vadis..
Setting Quo Vadis.. adalah setting Zaman Kegelapan saat kaisar Nero penguasa Romawi yang terkenal sangat bengis berkuasa pada tahun 54-68 Masehi. Nero pernah membakar kota Roma dan menangkapi orang Kristen dengan disiksa secara kejam. Nah si Petrus.. itu mau lari meninggalkan umat dan murid-muridnya.. nah .. sekarang benar-benar puas saya tentang arti kata Quo Vadis.

Tuesday, January 19, 2010

Antara White Tiger, Pramoedya, Laskar Pelangi dan Satanic Verses hingga Davinci Code


Akhirnya aku cukup terhibur.. karena ada novel dengan tema yang sejak mula halaman pertama sudah begitu memacu semangatku untuk membacanya. Novel karya Arvind Adiga, begitu memesona kekagumanku pada sosok penulis ini. Saat membaca bagian awal ... bau realisme sosialis ala Pramoedya sudah cukup ku rasakan. Novel ini adalah didasari dari kontemplasi dealektik antara penulis dan lingkungan sosialnya. Arvind Adiga cukup piawai dalam mengolah kegetiran hidup di tengah dunia yang berlari kencang menggapai kemajuan. Tema realis seperti ini juga mengilhami novel anak muda negeri ini yang menuai kesuksesan luar biasa, siapa lagi kalau bukan Andrea Hirata dengan Laskar Pelanginya. Ada benang merah yang cukup nyata terlihat dari ketiganya... yaitu mencoba memotret dengan detail sebuah kegetiran hidup manusia.

Buku "White Tiger" ini hampir persis dengan kondisi di Indonesia walaupun kupasannya adalah berlatar India, seperti problem kota, urbanisasi, minimnya keberpihakan kepada rakyat kecil, carut marut politik, hingga koruptor dan korupsinya... luar biasa lengkap. Coba lihat pendapat penulisnya... " Korupsi tidak menunjukkan tanda-tanda segera pergi dari India...." tampaknya kata India dapat diganti dengan Indonesia... dan buku ini 90 persen Indonesia banget..... rugi jika Anda tidak membaca novel ini.

Buku ini memenangkan hadiah "The Man Booker Prize 2008".. sebagai karya novel berbahasa Inggris terbaik. Penghargaan ini diberikan setiap tahun oleh yayasan Booker Prize Trading Ltd... yang pernah memberikan penghargaan kepada Shalman Rushdie dengan novelnya Midnight's Children...pada tahun 1992. Tampaknya India cukup berbangga karena Arvind Adiga mengikuti jejak Shalman Rushdie.. sastrawan yang kena fatwa mati kaum Muslim, yang hingga saat ini fatwa tersebut masih berlaku karena karyanya "Satanic Verses"-nya terbit pada tahun 1998. Novel "Satanic Verses" bukan novel realis.. hanya fiksi karangan Rushdie.. tetapi efek daya rusaknya luar biasa.. hanya dari sebuah buku, ketajaman pedangpun dapat dikalahkan. Ide novel "Stanic Verses" dari si Rushdie ini mungkin dari Al Quran Surat 53:15-23 (tentang Al Lata, Al Uzza dan Mannah), dan dari surat yang kata kaum Anti Islam telah diganti di Surat 15:19-23, ide ini sangat berlainan dengan White Tiger.

Latar belakang Arvind Adiga .. bukanlah novelis... Andrea Hirata juga demikian.. energi novel ini terlecut dari bisikan dan geraman nasib kaum marjinal, proletar, kasta sudra, kelas orang berperut kecil, kelas terpinggirkan, kelas memendam amarah, mungkin juga kelas dendam kepada nasib yang diberikan Tuhan kepadanya..akhirnya muncul energi yang mendorong Arvind menuliskan pengalaman batinnya. Arvind juga berkilah 'ini hanyalah fiksi' untuk menghindari kontroversi di dalamnya. Kata 'ini hanya fiksi' memang dapat dijadikan perlindungan penulisnya untuk mengungkapkan data yang valid menjadi 'untouchable' bagi kenyataan hidup. Kasus "The Davinci Code"-nya Dan Brown yang menuai kritik sebagai ajaran sesat oleh kaum pengikut Kristus (untung tidak diancam dibunuh). Novel dengan 50 persen data valid dan 50 persen karangan imajinasi nampaknya selalu mendapat perhatian pembaca....

Wednesday, January 13, 2010

Perjalanan pencarian Tuhan

Segala sesuatu tentang pencarian Tuhan, selalu menarik perhatian saya. Terakhir saya baca dengan tertatih-tatih buku "The Shack" yang mengingatkan saya pada film Jim Carrey berjudul " Bruce Almighty", di mana si Bruce Nolan ketemu Tuhan yang diperankan oleh Morgan Freeman. Sosok Tuhan mungkin terasa lucu jika diperankan sosok manusia, mungkin hanya keterbatasan manusia dalam membayangkan Tuhan sebenarnya sehingga banyak sekali penyerdahanaan supaya dapat diterima oleh akal manusia dan yang paling penting adalah 'sebuah pesan rumit yang disederhanakan' sehingga dapat diterima dengan mudah oleh fakta bahwa akal manusia sangat terbatas.
Pertanyaan-pertanyaan dasar tentang Tuhan, mungkin coba dijawab oleh "William P. Young" Pengarang The Shack maupun "Steve Koren" sebagai penulis Bruce Almighty sehingga menimbulkan imajinasi yang mungkin sangat terbatas oleh imajinasi manusia. Sosok Tuhan yang digambarkan di film Bruce Almighty, pernah ditolak dan dilarang di Malaysia dan Mesir. Mungkin dasar pemikiran yang berbeda antara Barat dan Timur sehingga menghasilkan kontroversi ini. Banyak sekali perbedaan pendapat yang terkadang berakhir dengan perselisihan fisik, apabila tidak diselesaikan dengan bijak, apalagi berbicara tentang hal yang sangat sensitif. Banyak imajinasi manusia yang mencoba menggambarkan sosok Tuhan, menurut pengalaman batin masing-masing, akan tetapi Tuhan hasil imajinasi tersebut akan berlainan antar satu manusia dengan manusia yang lain, karena sifatnya yang sangat pribadi...
Lihatlah tulisan William P. Young dalam The Shack yang menggambarkan Tuhan menurut tokoh Mack, sebagai sosok kakek-kakek kulit putih yang sangat besar berjanggut panjang seperti tokoh Gendalf dalam Lord of The Ring... dan ternyata diputarbalikkan oleh William sendiri menjadi tokoh kontroversial wanita besar keturunan Afrika (The black female God)..yang dipanggil Papa..... yah imajinasi manusia sangat pribadi.. setiap orang boleh berimajinasi dan sekalilagi tidak akan dapat dijelaskan dengan gamblang bagaimana sosok Tuhan.. karena hanya ada di setiap sudut logika, pikiran dan hati masing-masing manusia yang tidak dapat diungkapkan dalam berbagai media apapun di dunia ini...