Tuesday, December 22, 2009

Baru Baca "The Shack"

Belum saya baca sih buku ini, baru melihat-lihat sekilas.. Saya pribadi sangat suka dengan buku-buku tentang "pencarian Tuhan', tidak hanya melulu dari kepercayaan pribadi saya saja, mungkin akan saya coba baca buku ini untuk mengetahui.. apa yang dimaui William P. Young dalam karya tulisnya ini.
Saya baca bagian kisah akhir buku ini, ternyata tidak mudah menerbitkan buku yang pada awalnya dianggap 'tidak punya market'. Perjuangan Williap P. Young dalam mencari penerbit sungguh di luar logika penulisnya yang memang tidak faham dunia penerbitan. Penerbit tentu memandang sebuah terbitan, merupakan komoditi yang harus jelas cash flow nya... sehingga melihat 'kisah' The Shack ini tentu Penerbit akan berpikir dan berhitung berkali-kali untuk menerbitkannya.
Lihat pula kisah Laskar Pelangi... dengan trend saat itu, tentu penerbit akan berpikir dua kali untuk mencoba menerbitkan buku yang lumayan berat. Saat buku tersebut 'boom' di pasaran, baru orang-orang mencoba menganalisa... mengapa sih buku ini bisa diterima pasar.. apakah ini hanya market sesaat... ataukah ada 'beberapa hitungan' yang dapat memprediksi sebuah buku dapat sukses di pasar. Apakah sudah ada design sebelumnya, sudah ada marketing plan yang 'smart' sehingga dapat membaca pasar dengan gamblang....
Oke lah.... ntar kita bahas isinya aja setelah selesai baca....

Thursday, December 10, 2009

Baca buku " The History of Allah"

Sebagai bacaan selingan, saya coba baca buku yang cukup unik judulnya " The History of Allah" karangan Bambang Noorsena, mengingatkan pada buku Karen Armstrong... " Sejarah Tuhan". Saya paling senang jika ada buku yang mengupas tentang akar sebuah kata dengan gaya yang ilmiah.. sehingga sangat-sangat menarik bagi saya. Belum selesai buku ini saya baca, ada beberapa yang menarik tentang kata Isa yang dipakai oleh terminologi kalangan Muslim untuk menyebutkan Yesus. Baru di buku ini terjawab sudah mengapa Yesus sama dengan Isa, secara etimologi dikupas oleh pak Bambang Noorsena dengan cukup gamblang.

Saya juga baru gamblang mengerti tentang korespondensi bunyi sebagai gejala linguistik atau bahasa, seperti kalau di Jogja ada jembatan yang bernama Jembatan Kewek... ternyata secara etimologi, Kewek dari kata bahasa Belanda Kerk (Gereja) : church dan Weg (Jalan) : way... lidah jawa sulit mengucapkan Kerk Weg... akhirnya jadi Kewek :-) 

Nah kata Isa.. ternyata asal usulnya ditemukan dalam sebuah biara di masa pra Islam bernama 'Isaniyah atau pengikut Isa (kalau sekarang ada Muhammadiyah- Pengikut Muhammad).. di Syiria Selatan tertahun 671M. Kata Isa terjadi korespondensi bunyi dari kata Ibrani Yeshu'a, dimana hurub yod (y) berubah menjadi 'ain atau hamzah dalam bahasa Arab... sehingga menjadi 'Isho.. dimana 'o' panjang menjadi 'a' pengucapannya dan akhirnya menjadi 'Isa.. seperti yang dijumpai dalam Al-Qur'an.