Tuesday, November 24, 2009

Bukuku tentang Selular

Karena sudah tidak dicetak lagi, maka buku tulisan ku ini akhirnya aku serahkan ke Google, dan sudah aku buka 100 persen supaya pembaca dapat menikmati hasil tulisanku. Buku ini aku buat karena penasaran saja waktu telepon selular baru awal-awalnya dikenal.. nomor HP ku masih HP yang lama.. akan tetapi kalau mau kontak dapat menggunakan nomor HP ku yang baru di 085643040503 . Alamat buku ku di Google Books semoga dapat dinikmati pemahaman dasar tentang Selular ini.

Monday, November 23, 2009

Selesai Baca Arok Dedes

Akhirnya selesai juga baca Arok Dedes -nya Pram, walaupun bacanya saat bepergian... nunggu pesawat, di kereta, di hotel, bahkan di kapal saat nyebrang Merak - Bakauheni, sebagai teman perjalananku. Mungkin alur Arok Dedes ini beda banget dengan cerita yang pernah aku baca sebelumnya.. bahwa Arok itu dengan liciknya memamerkan Keris dari Mpu Gandring kepada Kebo Ijo... dan Keris inilah yang mengakhiri hidup Mpu Gandring.. dan Kebo Ijo yang dituduh sebagai pembunuhnya...
Sepertinya logika.. lebih dikedepankan Pram... sehingga beliau tidak terpengaruh dengan 'kisah' yang sudah menjadi pakem Arok Dedes tersebut. Alur Pram di sini lebih masuk ke ranah 'wajar' dalam memperebutkan kekuasaan.. dan berpola umum.. tidak terikat dengan 'kisah' yang banyak diketahui orang. Tidak ada keris di dalam novel roman Pram ini.. akan tetapi tampaknya Pram lebih menggunakan alur analogi 'keris' dibandingkan dengan secara letterlijk keris tersebut...

Thursday, November 05, 2009

Pengakuan Pariyem


Baru beli buku Pram lagi..Arok Dedes.. kalau sudah aku baca akan aku review kesan tulisan Pram yang katanya cocok dengan kondisi sekarang di Indonesia..Aku beli buku ini di Indonesian Books Festival di Senayan pas ada pameran buku... sebagai teman perjalanan kerja... ada hal yang menarik saat aku keliling di pameran buku ini. Di area penjualan komputer dan produk IT..rame banget... sementara di area Buku.. sepi...
Ada satu buku yang menarik, bukunya Linus Suryadi AG "Pengakuan Pariyem" dicetak ulang lagi... tapi covernya minta ampun jeleknya... lebih bagus cover yang lama... wah selera pembuat covernya parah banget.. coba liat..menurut saya.. ini bukan Pariyem...tapi apaya...Parah Jiyem... kayaknya yang buat cover gak baca isinya..