Thursday, March 10, 2005

Maiko

Kepintaran Pram dalam membuat cerita berbingkai tidak diragukan lagi. Penokohan AKU terkadang memang harus pandai-pandai memutar balik cerita dari berbagai sudut pandangan. Pram mencoba mengungkap sisi buruk wanita, dari tokoh Maiko seorang pelacur Jepang yang bekerja di tempat rumah plesiran babah Ah Tjong. Pram memang lugas, di samping pemujaannya pada tokoh Nyai Ontosoroh, beliau juga mengungkap sisi kelam wanita dengan sangat lugas.
Apabila anda membaca Anak Semua Bangsa, akan dapat menemui tokoh ini yang digambarkan oleh Pram hampir satu bab sendiri. Cerita mengenai perjalanan pelacur ini, bukan tidak mustahil terjadi pula pada jaman ini. Coba lihat satu petikan "Bukan sesuatu yang luarbiasa seorang pelacur dibunuh oleh majikannya dan disembunyikan atau dihancurkan entah di mana mayatnya. Pelacur mahluk lemah tanpa pelindung. Lagipula aku tahu gejala kelemahan sudah mulai menyerang syahwatku".

No comments: