Skip to main content

Posts

Nemu Hard Disk Lama

Saat bongkar-bongkar dan bersih-bersih rumah, tanpa sengaja menemukan hard disk 80GB yang berisi dokumen naskah tulisan saya beberapa tahun yang lalu. Rencana saya adalah memulai kembali aktifitas lama yang sudah nyaris saya tinggalkan, yaitu menulis buku dimana semenjak wafatnya anakku semangatku menulis hilang sama sekali.
Beruntung hard disk dapat dibuka dengan menggunakan komputer lama di kantor, dan berhasil saya dapatkan kembali semua file naskahku, yang ke depan akan saya restorasi menjadi karya tulisan buku yang baru. Saat menelusuri file dan folder yang ada di hard disk, hati saya begitu terharu dan tak mampu untuk berkata-kata karena selain file buku yang saya cari, ternyata dokumentasi harian dalam bentuk foto dan video masih tersimpan rapi di hard disk ini.
Saya telusuri file-file foto dan video saat anakku yang kedua masih hidup, sungguh tidak tertahankan lagi akan kerinduan dengan anak saya ini. Banyak waktu yang ternyata saya biarkan berlalu begitu saja, dan saya sadar…
Recent posts

Jam Lagi...lagi-lagi jam

Mengapa selalu saya suka sekali menatap jam, sehingga dari dulu saya paling senang menggunakan jam di pergelangan tangan saya. Entah sudah berapa jenis jam yang pernah saya gunakan, dalam blog ini saya mencoba mengingat-ingat kembali jam tangan yang pernah saya pergunakan tentunya terbatas pada ingatan saya, karena tampaknya masih ada jam yang tidak terdokumentasi di sini.
Jam pertama yang saya punya dan beli saat saya masih SMA. Dengan menyisihkan uang saku perbulan akhirnya kebeli juga jam Citizen Quartz dengan bentuk kotak. Saya masih ingat bahwa saat itu saya terpesona dengan jam Seiko yang sangat tipis, dengan balutan strap jam dari kulit yang digunakan teman SMA waktu itu. Teman saya anak orang kaya sehingga jamnya Seiko Quartz yang mahali dengan bentuk bulat tipis sekali.. sungguh terpesona saya dengan jam itu waktu itu.... Karena jamnya mahal akhirnya hanya dapat jam Citizen Quartz yang murah, kalau tidak salah saya beli di toko jam Tan di Malioboro. Setelah jam Citizen ini s…

Kertas mahal, buku mahal, saham pabrik kertas semakin mahal? Quo Vadis Penerbitan Buku

Awal tahun 2018 diwarnai dengan tingginya harga kertas, mengakibatkan pengusaha penerbitan buku terimbas hal ini karena secara otomatis raw material buku akan semakin mahal, dan akhirnya harga produk buku yang menjadi komoditas bisnisnya akan menjadi semakin mahal. Konsumen buku, yang selama ini sudah sangat jarang mendekat ke dunia buku cetak karena terlindas digitalisasi menjadi semakin menjauh dari dunia buku cetak ini.
Di sisi lain, saham pabrik kertas naik luar biasa, menjadikan para pemain saham yang memegang saham pabrik kertas menjadi kaya mendadak. Bagaimana tidak sebagai contoh, di awal tahun 2017 saham Indah Kiat Pulp and Paper (INKP) kepunyaan Sinar Mas di harga 1.000-an, saat blog ini saya tulis sudah mencapai harga 18.000 bahkan menyentuh 20.000 an lebih. Bisa dibayangkan jika saya membeli saham 10 juta di harga 1000-an waktu itu, saham saya telah menjadi 180-200 juta, bisa dibayangkan keuntungan yang didapat jika kebetulan kita mengoleksi saham itu.
Mengapa harga pulp …

Tenaga Kerja Asing

Sudah lama sekali saya tidak mengupdate tulisan saya di blog ini, semoga tidak semakin surut saja keinginan menulis di blog ini. Sedikit tulisan ini dapat membantu kesadaran kita tentang dunia kerja ke depan.
Saat ini, di belakang rumah sedang dibangun kantor kelurahan, yang mungkin sejak 3 tahun yang lalu  perencanaannya sudah dilakukan, dan baru sekarang terealisasi. Saat rapat dengan pak RT, beliau memperkenalkan kontraktor yang menang tender dan menjelaskan tentang pekerjaan yang akan digarap dengan target 6 bulan ke depan. Dari pekerja yang direkrut terlihat bahwa, tidak ada tenaga kampung saya yang diikut sertakan di situ, padahal apabila dilakukan tentu akan membantu masyarakat sekitar dalam meningkatkan pendapatannya dengan adanya proyek ini. Ternyata anggapan tersebut keliru, kontraktor lebih suka mempekerjakan orang-orang di luar lingkungan sekitar, dengan alasan etos kerjanya lebih bagus. Apabila mengambil tenaga kerja sekitar, banyak waktu yang akan terbuang, karena biasa…

Olahraga Murah Meriah

Sudah lama saya menekuni olah raga sepeda yang unik, namanya sepeda Trials. Tekniknya sulit sekali hanya untuk menguasai satu teknik dasar saja. Kalau saya hitung tahun, mungkin sudah lebih dari 7 tahun saya menekuni olah raga ini untuk hanya sekedar mengeluarkan keringat. Banyak yang heran dengan pilihan olah raga ini, yang cukup beresiko bagi seusia saya. Sampai saat ini hanya untuk sekedar berolah raga, sepeda trials masih setia menemani, walaupun teknik yang dikuasai sederhana saja dan memang hanya itu yang saya kuasai seperti teknik melumpat, turun dari ketinggian, dan berdiri di sepeda.
Semakin hari, saya rasakan badan kok ya butuh tantangan yang lebih berat akan tetapi tentunya yang tidak beresiko. Trials rawan sekali terjatuh walaupun gerakan itu sederhana saja. Akhirnya saya kembali merenungkan olah raga apa yang tidak memerlukan alat-alat, akan tetapi memanfaatkan gerakan badan sendiri. Tanpa sengaja ketemu web di youtube tentang olah raga Calisthenics, yang cukup aneh di t…

Ooooh Jam Tangan ......

Tersentak saat melihat berita tentang Setya Novanto yang menggunakan Richard Mille yang harganya 2 milyar dengan mesin jam Tourbillon yang rumit dan harga selangit saat bertemu dengan Donald Trump. Belum lagi sempat ambil nafas, ternyata rekannya Fadli Zon tak kalah tajirnya dengan memamerkan jam tangan Hublot Spirit of Big Bang King Gold Ceramic, yang harganya jauh lebih murah, kalau di kurs sekarang ya sekitaran harga 500-600 juta rupiah....
Dulu saya punya Rolex harga 200 ribuan... beli saat lihat pasar malam di Alun-alun Jogjakarta beberapa tahun silam. Jam tangan mahal ini menarik keinginan tahuan saya untuk melihat mengapa sih harga jam menjadi sangat mahal seperti ini. Teknologi bahan, kualitas bahan, teknik marketing menjadikan barang-barang biasa tersebut menjadi super mahal begini. Tanpa berpikir panjang, saya pun meluncur ke hubolt.com untuk melihat bagaimana sebenarnya teknologi jam ini bisa menjadi super mahal tidak kalah dengan barang mewah yang lain. Luar biasa, teknolog…

Naluri Membunuh....

Luar biasa, itu kesan setelah melihat film "The Act of Killing" atau "Jagal" oleh Joshua Oppenheimer. Sejarah kelam 1965, memang mulai dikuak pelan tapi pasti. Selama ini tanda tanya selalu meliputi setiap pikiranku tentang peristiwa ini. Dari nenek, orang tuaku sendiri sering terdengar kisah peristiwa pembantaian orang-orang PKI ini juga. Beberapa buku pernah aku baca juga tentang 30S PKI ini, seperti dari John Roosa berjudul "dalih pembunuhan massal", terus tulisan dari Hermawan Sulistya berjudul "Palu Arit di Ladang Tebu".. masih belum menjawab siapasih sebenarnya dalang kerusuhan mematikan ini.
Banyak versi dan terlihat membingungkan kesannya dari beberapa buku yang aku baca, kemudian informasi dari Youtube juga pernah aku sambangi hanya untuk mengetahui bagaimanasih pandangan orang-orang di luar Indonesia dalam memahami kejadian berdarah ini. Informasi dari Al Jazeera berjudul 101 East: Indonesia's Killing Fields, "Shadow Play&quo…