Tuesday, February 23, 2016

Olahraga Murah Meriah

Sudah lama saya menekuni olah raga sepeda yang unik, namanya sepeda Trials. Tekniknya sulit sekali hanya untuk menguasai satu teknik dasar saja. Kalau saya hitung tahun, mungkin sudah lebih dari 7 tahun saya menekuni olah raga ini untuk hanya sekedar mengeluarkan keringat. Banyak yang heran dengan pilihan olah raga ini, yang cukup beresiko bagi seusia saya. Sampai saat ini hanya untuk sekedar berolah raga, sepeda trials masih setia menemani, walaupun teknik yang dikuasai sederhana saja dan memang hanya itu yang saya kuasai seperti teknik melumpat, turun dari ketinggian, dan berdiri di sepeda.
Semakin hari, saya rasakan badan kok ya butuh tantangan yang lebih berat akan tetapi tentunya yang tidak beresiko. Trials rawan sekali terjatuh walaupun gerakan itu sederhana saja. Akhirnya saya kembali merenungkan olah raga apa yang tidak memerlukan alat-alat, akan tetapi memanfaatkan gerakan badan sendiri. Tanpa sengaja ketemu web di youtube tentang olah raga Calisthenics, yang cukup aneh di telinga. Olah raga ini hanya memanfaatkan berat badan untuk melakukan workout dasarnya. Semacam push up, squat jump, sit up, dan ditambah gerakan menggunakan alat yang namanya bar, atau palang tempat berayun atau menggantung badan. Sederhana akan tetapi jangan tanya, tingkat kesulitannya cukup tinggi. Sudah hampir 2 bulan mencoba olah raga ini, dengan dibantu dengan diet karbohidrat supata badan tidak berlemak. Dengan tinggi 177, dan berat badan terakhir hampir 76 kg sudah cukup gemuk badan ini.
Setelah 2 bulan rutin berolah raga dasar push up, sit up, squat jump, dan sedikit belajar menggantung di bar (istilahnya pull up) rasanya sudah tidak karu-karuan badan. Sakit di beberapa bagian, bahkan terkadang susah sekali hanya untuk mencopot kaus olah raga. Saya coba bertahan dengan berbagai macam sakit, di dada, bisep, trisep, otot perut, ternyata berat badan turun 2Kg serta diet mengurangi makan nasi dan memperbanyak sayuran. Saat diet makan nasi, setiap hari saya di bully istri dan anak saya, karena biasanya saya makan nasi cukup banyak dan bulan-bulan terakhir ini sangat sedikit konsumsi nasinya. Istri sempat khawatir jika saya sakit, karena makan nasi cukup sedikit setiap harinya, sementara olah raga hampir setiap pagi. Saya melakukan pull up di pintu-pintu kusen rumah, sehingga tangan menjadi kapalan, cukup sakit pada awal-awalnya.
Setelah berkeliling kota, ternyata ada beberapa palang bar yang dapat digunakan untuk latihan. Dan saya memilih daerah yang dekat rumah yang ada palang barnya, supaya tidak terlalu jauh untuk mencoba latihan gantung-menggantung di bar. Otot trisep, bisep, dan perut sudah mulai terbentuk, walaupun berat badan masih bertahan di 74 kg. Luar biasa berat olah raga ini, jika dibanding dengan olah raga di Gym yang hanya membutuhkan barbel, dumbel, atau variasinya yang rata-rata mudah dioperasikan. Calisthenics cukup berat dan terkadang membuat frustrasi, karena tingkat kesulitan yang ditimbulkan dari teknik-tekniknya. Mencoba masih bertahan dengan rasa sakit, frustrasi, dan bully dari orang-orang terkasih yang paling dekat dengan saya.

Tuesday, September 15, 2015

Ooooh Jam Tangan ......

Tersentak saat melihat berita tentang Setya Novanto yang menggunakan Richard Mille yang harganya 2 milyar dengan mesin jam Tourbillon yang rumit dan harga selangit saat bertemu dengan Donald Trump. Belum lagi sempat ambil nafas, ternyata rekannya Fadli Zon tak kalah tajirnya dengan memamerkan jam tangan Hublot Spirit of Big Bang King Gold Ceramic, yang harganya jauh lebih murah, kalau di kurs sekarang ya sekitaran harga 500-600 juta rupiah....
Dulu saya punya Rolex harga 200 ribuan... beli saat lihat pasar malam di Alun-alun Jogjakarta beberapa tahun silam. Jam tangan mahal ini menarik keinginan tahuan saya untuk melihat mengapa sih harga jam menjadi sangat mahal seperti ini. Teknologi bahan, kualitas bahan, teknik marketing menjadikan barang-barang biasa tersebut menjadi super mahal begini. Tanpa berpikir panjang, saya pun meluncur ke hubolt.com untuk melihat bagaimana sebenarnya teknologi jam ini bisa menjadi super mahal tidak kalah dengan barang mewah yang lain. Luar biasa, teknologi bahan serta dedikasi tingkat dewa untuk menghasilkan sebuah jam tangan, yang hanya berfungsi sebagai penunjuk waktu ini. Coba tengok saja di hubolt.com ini, bagaimana inovasi menjadikan sebuah barang seperti ini menjadi demikian berkelas.
Sedikit melupakan kejengkelan terhadap para wakil rakyat yang demikian borjuisnya di tengah-tengah kesulitan masyarakat dalam mencari rejeki. Saya pun mencoba berpikiran positif untuk sekedar menyerap ilmu sedikit dari hubolt.com. Benar... dedikasi terhadap kualitas premium dan kesempurnaan menjadikan barang biasa seperti jam tangan ini bisa menjadi barang mewah ratusan juta bahkan milyaran rupiah. Tengok bagaimana mengawinkan teknologi antara tekstil dengan jam tangan mewah.. menjadikan produk hubolt.com ini menuai apresiasi dalam bentuk barang yang diakui kualitas dan sangat berkelas....

Friday, October 25, 2013

Naluri Membunuh....

Luar biasa, itu kesan setelah melihat film "The Act of Killing" atau "Jagal" oleh Joshua Oppenheimer. Sejarah kelam 1965, memang mulai dikuak pelan tapi pasti. Selama ini tanda tanya selalu meliputi setiap pikiranku tentang peristiwa ini. Dari nenek, orang tuaku sendiri sering terdengar kisah peristiwa pembantaian orang-orang PKI ini juga. Beberapa buku pernah aku baca juga tentang 30S PKI ini, seperti dari John Roosa berjudul "dalih pembunuhan massal", terus tulisan dari Hermawan Sulistya berjudul "Palu Arit di Ladang Tebu".. masih belum menjawab siapasih sebenarnya dalang kerusuhan mematikan ini.
Banyak versi dan terlihat membingungkan kesannya dari beberapa buku yang aku baca, kemudian informasi dari Youtube juga pernah aku sambangi hanya untuk mengetahui bagaimanasih pandangan orang-orang di luar Indonesia dalam memahami kejadian berdarah ini. Informasi dari Al Jazeera berjudul 101 East: Indonesia's Killing Fields, "Shadow Play" yang diproduseri oleh Chris Hilton dan BBC, dan yang terakhir adalah film dokumenter Jagal tetap saja masih menyisakan tanya. Minimnya data, informasi, serta kejadian politis yang lebih dari 30 tahun terpendam, menjadikannya sangat sulit dicari kesimpulannya.
Ada beberapa penyebab yang menimbulkan kejadian chaos ini, yang jelas adalah politik dunia waktu itu yang terbagi menjadi 2 blok, dan dengan gagah beraninya Soekarno membuat blok sendiri yang disebut non blok. Letak strategis Asia Tenggara dalam kancah politik globallah, yang memicu ketegangan blog barat dan timur di kawasan ini.Tragedi berdarah ini adalah puncah perang dingin, yang menginginkan keruntuhan kekuasaan Soekarno, yang terbukti ternyata lebih memilih ke blok kiri. Karena hal inilah blok barat dengan menggunakan segala cara mencoba untuk menjatuhkan Soekarno, dan terjadilah sebuah gerakan pada tanggal 30 September 1965, untuk mencoba menggulingkannya. Tentu sangat terlihat di pola ini adalah pihak Barat pasti berkepentingan di sini. Propaganda, merupakan alat yang ampuh untuk menghancurkan kekuatan Soekarno. Cara ini efektif, tidak memerlukan energi banyak, seperti katalisator yang membantu proses, akan tetapi tidak ikut berproses.
Terbukti bahwa OTAK ternyata bisa mengalahkan OTOT sekalipun OTOT berjumlah ribuan bahkan jutaan sekaligus. Hanya dengan otak bangsa barat inilah ternyata terjadi keadaan yang sepertinya telah diprediksi oleh barat, yaitu kejatuhan Soekarno. Kejatuhan Soekarno, merupakan awal malapetaka bangsa yang tak terperi, dimana partai yang dekat dengan Soekarno, atau partai-partai politik dan angkatan bersenjata yang sedang berebut pengaruh pada waktu itu saling memanfaatkan momentum itu. Penculikan dan pembunuhan Jendral yang ditengarai akan melakukan kudeta terhadap Sokearno oleh gerakan yang diberi nama G30S, ternyata sangat tidak efektif. Sampai saat ini, belum terungkap sebenarnya siapa yang menggerakan G30S, yang terbukti memicu gerakan brutal yang lebih kejam dari perkiraan semula. Keadaan yang kacau balau itu, dimanfaatkan oleh angkatan darat yang telah lama memang cukup kuat secara politis dekat dengan Soekarno, sehingga Soekarno memercayakan pemulihannya kepadanya. Kalau melihat pendapat Pramoedya Ananta Toer, Angkatan Darat ini sebenarnyalah yang selama ini tidak tersentuh oleh Soekarno. Menurutnya Angkatan Darat adalah negara di dalam negara yang dipimpin oleh Nasution. Moementum inilah yang kemudian diambil oleh Angkatan Darat untuk melakukan kudeta setelah gerakan amatiran dari G30S yang gagal. Kepercayaan ini ternyata menimbulkan malapetaka, baik bagi Sokearno sendiri dan partai politik yang tentunya berseberangan dengan angkatan darat. Rumor-rumor yang dihembuskan, adalah kudeta gagal yang dilakukan oleh PKI yang pada waktu itu adalah partai anak emas Soekarno. Angkatan darat yang dikomandoi oleh Soeharto, pada waktu itu tampaknya mendapatkan dukungan yang luar biasa dari blok barat, untuk memercepat runtuhnya komunis yang sangat kuat di Indonesia. Dukungan pihak barat ini yang paling utama adalah penyebaran propaganda untuk memancing emosi anti partai komunis yang membesar dengan cepat di Indonesia. Pembunuhan jendral-jendral itulah yang menjadi bahan propaganda pemicu besar sentimen anti komunis. Propaganda itu menekankan pada pembunuhan brutal dan isue tentang ketidak percayaan Tuhan pada komunis yang cenderung menghalalkan segala cara. Cukup mudah propaganda ini membakar kebencian yang dalam terhadap partai terbesar waktu itu yaitu PKI.
Terbukti teror, perlakuan, serta pembunuhan yang sangat kejam segera terjadi bagi anggota PKI, maupun orang yang terlibat di dalamnya setelah propaganda ini berhasil menyebar. Tanpa bantuan barat, operasi besar melawan partai besar komunis saat itu, sangat mustahil dilakukan. Dengan bantuan propaganda yang telah memancing emosi masyarakat, perangai amuk massa yang biasa terjadi di negara-negara timur, terjadilah. Kejadian chaos, brutal, kemarahan massa yang beringas, tidak terlakkan lagi. Soekarno, sudah diujung kekuasaannya, terlunglai tanpa daya. Mahasiswa yang lebih terpelajar, dengan mudah dapat mengakses propaganda barat dari radio, selebaran, bahkan leaflet-leaflet dadakan yang dicetak dengan bantuan agen propaganda media barat. Mahasiswa inilah yang kemudian bergerak untuk menentang PKI dalam bentuk demonstrasi-demonstrasi yang menggelinding membesar dan semakin tidak terkendali. Mahasiswa dibantu oleh tentara, kemudian menjadi eksekutor-eksekutor kejam dengan naluri membunuh yang tinggi, akhirnya tersalurkan walaupun sasaran mungkin tidak begitu valid. Masyarakat sipil pun menjadi beringas, dan tidak terkendali untuk menyalurkan kemarahannya akibat dari propaganda yang mungkin tidak dipahaminya. Tentarapun ikut memberikan kemudahan untuk melaksanakan amuk massa yang beringas dan haus darah, dikobarkan dengan propaganda anti Komunis yang semakin intensif dilakukan. Masyarakat yang tidak tahu apa-apa tentang politik, tentang ekonomi komunis, tentang atheis, tentang sosialisme, materialisme, akhirnya dibunuh dalam tanya dan nanar tatapan mata ketakutan. Tubuh-tubuh mereka sudah tidak ada harganya, dan dianggap bukan mahluk hidup yang dapat dengan mudah dicabut nyawanya dengan berbagai modus pembunuhan. Penahanan brutal, penyiksaan, dilakukan untuk semua yang ditengarai berhubungan dengan komunis.
Bisa dibayangkan sebuah partai besar dengan jumlah 3 juta simpatisan, harus menanggung kesalahan partai yang mungkin tidak dipahaminya. Kesalahan ketua partai atau kekalahan persaingan antar partai, akhirnya ditimpakan semuanya kepada seluruh pengikutnya... sungguh luar biasa kebodohan yang terjadi pada waktu itu tentunya. Militer dengan kejamnya melakukan interogasi dan penangkapan secara brutal, yang terkadang berakhir dengan eksekusi mati.
Kekuatan massa dan tentara akhirnya memaksa Soekarno menyerahkan kepada Soeharto, dan lengkaplah lembar penuh darah sejarah Indonesia. Skenario barat untuk meruntuhkan Soekarno, serta membunuh komunisme berjalan dengan lancar. Dan pembunuhan massal inipun sepertinya ditutup-tutupi pula oleh pihak barat yang terkadang kuat dalam meneriakkan HAM akan tetapi bungkam dalam peristiwa Kup yang gagal ini.

Tuesday, September 03, 2013

Doa Sekuler kaum Zionis

Beri aku pakaian, wahai bundaku yang sebenarnya,
dalam jubah agung beraneka warna
Dan di saat pagi ketika aku harus bekerja,
bawa aku ke tempat kerja.
Cahaya pagi membungkusku seperti selendang orang yang bersembahyang.
Rumah-rumah tegak bagaikan sepotong kain yang menutupi bagian atas altar.

Dan jalanan, dibentangkan oleh tangan-tangan pekerja keras,
menjulur bagaikan jalinan tefilin*.
Maka, kota yang indah ini menawarkan sembahyang paginya kepada para penciptanya;

Israel 1927

Avraham Shlonsky



*)Tefillin adalah kotak kulit berbentuk kubus yang dicat hitam dengan ikat kulit hitam di satu sisinya. 
Di dalamnya berisi gulungan kulit atau perkamen tulisan ayat Alkitab.
Orang Yahudi mengikatkannya di kepala dan lengan atas selama ibadah pagi di hari kerja.

Monday, August 12, 2013

Maafkan aku buang semua bajumu...

Hari raya pertama 8 Agustus 2013 yang lalu adalah tahun kedua lebaran tanpa anakku Raditya. Biasanya kalau oomnya datang, pasti ada keributan antara kedua anakku, karena berebut barang-barang bawaan oomnya terutama HP, Gadget, ataupun hanya ingin dekat saat jalan-jalan dengan mobilnya. Suasana itu kini sudah tidak ada lagi, dulu aku sering jengkel dengan ulah mereka, karena selalu ribut berantem dari pagi sampai menjelang tidur. Saat-saat itu, aku sering tidak terkontrol dengan memarahi mereka berdua terkadang aku memukul mereka karena kesabaran sudah pada puncaknya.
Kini .. rasanya sepi sekali... saat bangun tidur.. dan sadar bahwa Raditya sudah tidak di sisi kita lagi, selalu saja setiap pagi rasa hampa di hati sungguh sangat terasa membebani. Apalagi saat bangun pagi.. istriku menangis karena teringat Raditya.. terbawa dalam mimpinya. Aku sungguh tidak dapat berkata-kata untuk sekedar menenangkannya. Sungguh berat rasanya ditinggalkannya.. Hiburan yang dapat saya nikmati adalah menikmati wajah anakku yang paling kecil Naditya..adiknya Raditya, yang lahir beberapa waktu setelah Raditya wafat. Wajah tanpa dosa yang sungguh membuat aku dan istriku bergairah untuk melanjutkan hidup yang berat ini.
Terkadang rindu.. kangen setengah mati yang tidak tertahankan untuk memeluk Raditya... akan tetapi kerinduan yang sia-sia.. sungguh tidak dapat aku tuliskan rasa kerinduan luar biasa ini terhadap anakku. Rindu yang tidak akan tersampaikan...
Aku terkadang berangan... suatu saat nanti Raditya akan kembali... muncul di depan pintu rumah, dan akan aku peluk dengan sangat erat... Aku bayangkan Radit hanya pergi sebentar, dan kangenku akan tersembuhkan dengan kedatangan dia di depan pintu rumah. Dan terheran-heran karena rumahnya kini sudah berbeda dengan rumah saat Radit dulu ada.....
Hari pertama Lebaran... sungguh berat bangun pagi.. hanya untuk melaksanakan ibadah ... akan tetapi tanpa Radit di sisiku. Semua pakaian Radit, yang telah aku bungkus dalam kotak telah disiapkan istriku untuk dibuang ke laut, menghilangkan kenangan yang sungguh menyiksa kami. Lebih dari 5 kotak pakaian Radit.. baik pakaian dalam, seragam, hingga jaket-jaket kesayangannya.
Siang kami menuju ke pantai selatan, dan kami pilih area pantai yang sepi untuk membuang atau me "larung" dalam bahasa Jawa semua pakaian Raditya. Sangat berat rasanya, saat membongkar semua pakaiannya... energi yang sangat besar memapar dan memasuki relung kerinduanku yang amat dalam. Memori semua bajunya begitu kuat membuat mataku yang sejak tadi aku tahan untuk tidak sembab oleh beban air mata menjadi menyerah tak kuasa aku tahan, saat aku membuka sebuah kardus yang berisi jaket biru kesayangan anakku Radit. Tak kuasa lagi untuk menahan beban hati, yang akhirnya tertumpah air mataku ke jaket biru Radit... untuk sekedar meringankan kerinduanku.
Setiap aku buka satu persatu, kardus baju anakku... dari celana dalam, baju kaos, kemeja, seragam merah putih, dan terakhir sepatu Radit... semua tanpa ampun menghajar kenangan di hatiku yang sudah luluh lantak ..... mengharu biru.. Beberapa pakaian Radit dengan mudah disambut ombak pantai... beberapa kembali dan aku lemparkan sambil aku teriakkan nama anakku berkali-kali....

Selamat Jalan.... anakku.... aku sebenarnya tidak rela kamu tinggalkan.... tapi apa daya bapakmu ini.... kami ingin membuang kenangan bersama bajumu... bukan berarti kami melupakanmu nak.. hanya beban ini semoga sedikit berkurang.. dengan me'larung' ... membuang semua pakaianmu ke laut lepas... dan di sana mungkin jiwamu lebih tenteram...


Jogja Agustus 2013

Tuesday, May 21, 2013

Anakku

Sepeninggal Radit, anakku yang terkena leukemia lebih dari setahun yang lalu, kini telah lahir anakku yang telah lama kami tunggu kehadirannya. Saat ini anakku sudah 4 bulan umurnya, sudah menjadi hiburan yang cukup membuat kita sekeluarga seakan bangkit kembali untuk menikmati kata bahagia, yang selama ini sangat sulit kita dapati. Naditya.. namanya, kami berharap anakku merupakan reinkarnasi dari Raditya, yang akan menghibur menjadi matahari bagi keluarga kami.Bayangan Radit, masih selalu menghampiri setiap hari, terkadang masih membuat rasa perih, marah, jengkel, dan apapun namanya membuat sesak di dada. Mengapa anakku tanpa dosa, yang terpilih untuk menderita sedemikian hebatnya. Tanpa sepengetahuan istriku, terkadang aku masih sering berputar-putar di sekitar rumah lama tempat Radit lahir dan menikmati hari-hari indahnya dahulu, yang sekarang sudah aku jual dan kini kita telah berpindah ke lain tempat untuk sekedar menghilangkan memory indah selama di rumah lama.
Trauma.. adalah kata yang tepat, sehingga terkadang kesedihan yang mendalam, ketakutan akan kehilangan anak menjadi kekuatan paranoid yang selalu mengganggu setiap langkah dalam mendampingi anakku. Saat anakku panas.. hal simpel yang sering terjadi terhadap anak kecil, menjadi momen horor yang cukup membuat perutku mual karena ketakutan yang berlebih....
Saat mendampingi Radit dalam kesakitan, hingga perginya Radit masih terpampang jelas seperti layar film di depan mataku. Momen inilah yang membuat ketakutanku berlebihan, serta menjadi penyakit paranoid yang susah aku hilangkan. Hanya senyuman Nadit anakku yang terkadang mengobati kesedihanku yang tidak tersembuhkan ini, menjadi lecutan semangat untuk  kembali menikmati kebahagiaan bersama keluarga kecilku...
Naditya kecilku.. telah menjadi matahari bagi keluarga kami.. sungguh luarbiasa kehadirannya.. dan menjadi pelabuhan kecilku untuk melabuhkan kerinduanku yang dalam terhadap Raditya kakaknya yang telah  mendahului bapak ibunya.

Wednesday, January 09, 2013

Sendirian di Makam Anakku

Sudah lama, keinganku untuk pergi sendiri di makam anakku. Awal tahun ini, hujan cukup deras sehingga makam anakku sedikit turun terkikis air hujan. Dan saatnya aku memeriksa kembali apakah sudah dibetulkan oleh juru kunci makam.
Sesudah membeli kembang, aku bergegas ke makam.. masih terasa baru kemarin saja kepergian anakku, yang meninggalkan sesuatu yang tidak dapat aku katakan. Aku duduk tepekur cukup lama, memandangi kayu bertuliskan nama anakku di sana, tenggelam terkubur tambahan tanah yang ditimbunkan langsung oleh juru kunci.
Saatnya aku menumpahkan air mataku yang aku tahan cukup lama, di depan kubur anakku untuk sekedar melepaskan beban yang selama ini aku tahan. Mungkin tidak ada gunanya, akan tetapi cukuplah untuk mengurai beban yang selama ini menumpuk di ujung mataku. Yang biasanya hanya sekedar sembab aku tahan, Saat aku sendiri merupakan kesempatan untuk menumpahkan beban kesedihan yang begitu menggunung.
Aku harap anakku tidak tahu kesedihanku, yang selama dia sakit, aku tahan, aku bendung, untuk tidak aku perlihatkan titik airmata sedikitpun di depan anakku.
"Aku sayang kamu Radit..."
"Maafkankan bapakmu Radit..."
Hanya kata itu yang aku ucapkan berkali-kali membiarkan seluruh airmataku tumpah. Mungkin setitik menetes di tanah basah kubur anakku. Mungkin dapat menjadi sinyal kerinduanku kepadanya.
Dapat dibayangkan, anakku sudah tidak akan aku jumpai lagi.... anakku yang benar-benar aku sayangi sudah tidak dapat aku peluk lagi...
Ya sudahlah Radit... aku sangat sayang kamu... titik airmata yang menetes tadi semoga dapat engkau rasakan... temuilah hanya dalam mimpi bapakmu......


Friday, December 07, 2012

Masih ada tangis

Hujan-hujan, aku dengan istriku tetap menerobos butiran air yang cukup deras menuju ke makam anakku. Menjelang hari meninggal anakku pada Jum'at Kliwon perhitungan jawa, pasti bayangan anakku selalu hadir pada detik-detik hariku. Ada rasa sesak di dalam dada, terkadang tidak kuasa menahan desakan untuk sekedar merembeskan energi sesak itu untuk keluar di sudut mataku.
Koneksi hati dengan istriku sebenarnya begitu kuat. Apabila desakan dada ini begitu menghebat, sudah dapat aku pastikan bahwa istriku pasti teringat akan mendiang anakku yang hampir berusia 10 tahun pada tanggal 11 Desember 2012 besuk. Istriku terkadang tidak kuasa untuk tidak menahan tangisnya. Akupun merasakan kehilangan yang amat dalam yang sulit untuk dilepaskan, seperti tangis hampa istriku menahan kerinduan terhadap anakku yang telah hampir 1 tahun meninggalkan kami.
Sebelum berangkat ke makam, istriku menangis dalam.
"Pak... aku didatengi Radit pak....."
"Radit minta pangku pak.... " tak kuasa tangis istriku tertahan.
Biasanya aku diam, menahan untuk tidak terhanyut. Mungkin istriku menyangka aku cukup kuat untuk tidak menangis. Padahal mataku mungkin sudah tidak tahan menahan derasnya energi sesak di dada.
Aku sadar hal ini tidak baik untuk kesehatanku, beberapa waktu ini detak-detak jantungku terkadang ada beberapa irama yang cukup aneh, dan kepalaku terkadang pusing dan berat. Terkadang rasanya ingin menyusul anakku di sana, seperti kata istriku beberapa waktu di dalam tangisnya.
Perjalanan masih panjang, dan aku yakin kebahagiaan harus dirintis kembali walaupun dari titik terdalam kegelapan. Rumah baru, sudah aku dapatkan dengan membuka kembali lembaran-lembaran compang-camping di rumah baru ini, aku yakin kebahagiaan harus didapatkan kembali seperti dulu. Perjuangan adalah kata yang harus selalu diucapkan setiap hari. Koneksi positif harus dikuatkan untuk istriku, anak permpuanku yang paling besar dan anakku yang sekarang sedang 8 bulan di perut ibunya menggantikan Radit yang telah berpulang.


Tuesday, April 10, 2012

Sudah 40 Hari

Sudah 40 hari aku memendam rindu tak tertahankan
Setiap hari istriku ya ... ibumu ....menangis malam-malam dalam simpuh ranjang kosong mu nak
Mengapa engkau tinggalkan bapakmu dan ibumu ini, dalam penuhnya cinta kami padamu nak
Tiba-tiba saja rasa sepi menyelinap perih setiap aku pandangi mainanmu yang aku bawa di meja kerjaku
Setiap hari aku renungi.. mengapa... engkau meninggalkan kami... mengapa.....
Aku yakin kamu pasti kangen dengan galaknya bapakmu... nak...
Aku yakin kamu pasti kangen dengan cerewetnya ibumu .....nak...
Setiap hari aku ingin memelukmu kembali sembari menonton film dari OHP yang aku bawa dari kantor..
Kapan kita bersepeda lagi.... dan kamu tertawa saat bapakmu jatuh dari sepeda coba melumpati trotoar...
Kapan aku bisa ketemu lagi ya nak..... dengan mu.... bermain bola plastik yang dibelikan ibu di pasar
Kapan bermain Hamster kesayanganmu...
Kapan....... kangenku tak tertahankan... nak...
Hanya tertumpah pada ujung sudut mataku.... menahan butiran bening untuk tidak menetes...

Buat RADIT di sana...... salam kangen bapak, ibu, dan kakakmu tercinta


Tuesday, March 27, 2012

Aku bertanya pada Tuhan?


Mungkin engkau sudah tahu Tuhan.... bahwa aku akan berpisah dengan anakku pada tanggal 01 Maret 2012.... jam 22.15 ... Aku tunggui dia hingga nafas terakhir ia hirup... Aku hanya bertanya saja Tuhan.. mengapa engkau berikan rasa sakit... penyakit itu kepada anakku ya Tuhan. Dari 100 ribu orang hanya 4 yang engkau pilih untuk "menikmati" kesakitan luar biasa yang engkau berikan. Engkau maha penyayang... katanya... akan tetapi tidak ada bentuk sayang yang engkau berikan sedikitpun pada anakku. Anakku hampir 3 minggu mengalami kesakitan yang luar biasa.. mungkinkah engkau sudah tahu hal itu dan sudah engkau tuliskan dalam perjalanan hidupku ya Tuhan... lalu apa gunanya engkau titipkan Anakku sebentar dalam 9 tahun hadir di dalam hidupku ya Tuhan? Penuh kenangan, suka dan duka...dan harus berpisah sedemikian cepat...
Apakah itu rancanganmu ya Tuhan... mengapa engkau ciptakan rasa perih, sedih..... dari sosok yang maha penyayang katanya... sekali lagi katanya.. katanya lagi...
Aku tidak habis pikir kecuali logika ku yang berpikir.. bahwa engkau sebenarnya tidak ada.. hanya makhluk imajiner manusia menghadapi keterbatasan dalam berpikir. Anakku mungkin merupakan konsekuensi dari kodrat hidup manusia yang harus bertahan di dunia ini. Persaingan, adaptasi, seleksi, dan evolusi.. spesies manusia dalam mempertahankan hidupnya. Mungkin anakku adalah proses seleksi alam dalam Survival of Fittest teori evolusinya Darwin. Anakku terkena leukemia.. dan ia tidak bertahan karena kondisi tubuhnya dalam melawan keganasan alam ini. Ilmu pengetahuan belum mendapatkan jawaban pasti mengapa anakku bisa terkena, bagaimana menghindarinya, jika sudah terkena... bagaimana menanggulanginya.
Aku hanya percaya ilmu pengetahuan akan berkembang.. dan suatu saat obat Leukemia dapat ditemukan, tanpa harus melalui kesakitan yang luar biasa serta proses pengobatan yang njlimet... dan spesies manusia akan terhindar dari penyakit mematikan ini melalui proses belajar yang mungkin sangat panjang.
Anakku adalah bagian dari proses alam Survival of Fittest... itu yang aku yakini dan keyakinanku meringankan penderitaanku dalam menanggung memori indah suka duka yang telah terekam selama hidup anakku bersama keluarga kecilku selama 9 tahun ini...
Selamat jalan pahlawan kecilku Radit.. engkau akan memperkaya ilmu pengetahuan kedokteran.. walaupun sedikit.. akan tetapi bagiku itu sangat besar sekali.
Aku.....bapakmu dan ibumu, serta kakakmu.. masih akan melanjutkan perjalanan di dunia ini yang tidak terprediksi.... dan namamu akan tetap abadi di hati kita bertiga. Lukisan tanganmu itu akan abadi dalam kenangan kita sekeluarga.... bukti cinta kita yang telah menyatu.

Monday, January 30, 2012

Hari yang Aneh??

Minggu merupakan hari yang saya nanti, karena kesibukan kerjaan dan saatnya beraktifitas mengurus rumah. Sungguh hari yang tidak terlupakan, pada tanggal 29 Januari 2012, cukup melelahkan dan cukup membuat pengalaman ini menjadikan saya dan istri saya harus siap dari segala skenario terburuk dalam hidup ini.
Pengalaman menghadapi keadaan-keadaan unpredictable, tidak terduga, tidak terbayangkan memang harus selalu ada dalam skenario hidup ini. Semua serba mungkin, dan kejadian-kejadian merupakan hal yang acak, terjadi dikarenakan adanya hubungan antar sebab akibat dalam melalui kehidupan ini. Pengalaman keluarga saya sudah cukup banyak dalam menghadapi kejadian dunia yang serba tidak menentu, seperti gempa Jogja 27 Desember 2006, angin puting beliung 25 September 2010, Merapi meletus 27 Oktober 2010, merupakan kejadian-kejadian alam yang membuat trauma anak-anak saya dan istri.
Minggu kemarin, saya sudah merencanakan dengan detail apa yang harus saya lakukan. Sudah jauh hari saya persiapkan untuk membenahi rumah, membetulkan atap bocor, menebang pohon yang sudah menjulang. Rencana detail sudah saya persiapkan dengan matang, termasuk bagaimana belanja perlengkapan perbaikan rumah, siapa tukang yang harus mengerjakan, jadwal yang ketat seperti mengerjakan project trilyunan rupiah.
Pagi-pagi saya sudah memastikan tukang yang akan menggarap, sambil memastikan pula kebutuhan bahan-bahan apa yang akan dipergunakan nanti. Awalpemeriksaan list daftar belanja sudah lengkap, tinggal berangkat membeli bahan-bahan tersebut. Permasalahan pertama muncul saat saya melihat tagihan belanja ternyata melebihi uang yang saya punya. Dengan alasan membawa pulang terlebih dahulu bahan yang berat, saya pun mengorek-ngorek semua isi kantong di rumah. Karena tidak sempat ke ATM, maka uang anak-anak pun ikut saya pinjam.
Selesai belanja, saatnya menebang pohon melinjo (Gnetum gnemon) yang cukup tinggi di depan rumah. Rencana menebang pohon ini sudah lama sekali saya lakukan, akan tetapi karena begitu tinggi dan besarnya pohon menjadikan rencana tersebut baru terlaksana saat ini.
Ranting paling atas mulai di tebang, dengan tujuan untuk memotong sedikit demi sedikit. Begitu lebatnya sehingga banyak ranting yang sudah terpotong tersangkut di dahan sisi bawah pohon. Sementara lalu lintas di jalan semakin ramai. Saya sudah berjaga-jaga saat dahan di potong untuk mengatur lalu lintas di sisi bawah yang semakin ramai. Saat dahan tersangkut pada kabel listrik, sayapun naik ke atas untuk mengambil dahan yang tersangkut. Nah.. permasalahan kedua muncul, saat ada sepeda motor yang nyelonong di jalan saat ranting-ranting pada berjatuhan. Satu motor tertimpa ranting, dan penumpang motor terjatuh.
Saya hanya berpikir, semoga tidak apa-apa... ternyata seorang ibu-ibu yang sudah berumur terjatuh dan kesakitan memegang tangannya. Saya perhatikan tangannya tampaknya agak bengkok, mungkin patah. Melihat ibu yang kesakitan ini, akhirnya saya bopong ke dalam rumah. Dan ternyata yang memboncengnya adalah anak ingusan yang tampaknya baru bisa naik motor. Ada beberapa tetangga yang ikut menolong untuk memberitahukan keluarganya.
Setelah anggota keluarga datang, akhirnya menuju ke ICU rumah sakit terdekat, untuk tindakan pertama. Dokter mengatakan tampaknya tangan ibu ini patah, harus di rontgen. Suasana semakin memanas karena ibu ini semakin kesakitan. Hasil rontgen memperlihatkan ada dislokasi sambungan tulang pergelangan, sehingga perlu dioperasi untuk menariknya kembali.
Karena mencari dokter bedah terlalu lama, anak ibu yang sakit menyarankan untuk diobati di Sangkal Putung Solo... wah jauh juga. Dengan tergesa-gesa saya pun mencari angkutan untuk ke sana.
Pengalaman ini sungguh tidak terpikirkan di skenario perencanaan semula. Semua serba cepat, terjadi begitu tiba-tiba. Terkadang saya berpikir mengapa bisa terjadi seperti ini. Saya tidak percaya takdir, akhirnya dalam menunggu carteran mobil ini saya berkontemplasi sejenak tentang pengalaman ini. Kecerobohan, adalah pangkal dari kejadian ini. Apabila mempunyai pengalaman dalam melakukan pekerjaan tertentu, resiko hal ini tentu bisa dihindari. Harapan saya saat itu, saya berharap ini hanyalah acara "Hari yang Aneh" kerjaan Uya Kuya di TV, yang segera barakhir dengan kelegaan target karena semuanya tidak terjadi secara nyata. Namun saya akhirnya sadar bahwa kenyataannya hal ini merupakan realita yang harus di lalui. Terkadang pengalaman seperti ini akan menambah wawasan dalam menangani sesuatu yang tidak terduga. Yaitu kesabaran, dan keikhlasan dalam melakukannya. Tanpa itu semua, beban akan terasa semakin berat. Apalagi permasalahan tidak terduga lain selalu siap di depan mata. Seperti permasalah ketiga yaitu saat sampai di perbatasan Klaten Solo menuju Sangkal Putung, mobil kita terkena 'Tilang" karena menerobos lampu merah.
Pengalaman buruk, tentu dimulai dari sesuatu sebab yang tidak terpikirkan, tidak terlihat, tidak terencana. Skenario terburuk, harus ada dalam setiap pekerjaan yang kita lalui. Dengan selalu menyadari skenario terburuk, apabila hal tersebut terjadi, kita lebih siap dalam menghadapinya. Semua ada hukum sebab akibat, apabila kita melupakan sesuatu, ada akibat yang akan terjadi setelahnya. Setelah terjadi, berpikir, merenung, menata kembali hati untuk lebih fokus dalam menanganinya. Hidup merupakan pengalaman unpredictable, tidak terduga, penuh tantangan, yang menambah penguatan batin kita masing-masing, inilah indahnya hidup.

Tuesday, October 25, 2011

Tragedi Simoncelli

23 Oktober 2011 merupakan hari naas bagi Marco Simoncelli, karena karier, kontroversi dan bahkan hidupnya berakhir di lintasan Sepang, yang pernah mengantar kebahagiaan di puncak kariernya. Saya bukan penggemar berat MotoGP, hanya suka saja melihat tantangan pebalapnya yang mencoba menjadi paling depan di antara pebalap yang lain. Kebetulan saja pas seri di Sepang ini, saya melihat bersama anak saya walaupun sebenarnya kurang menarik dari sisi persaingan karena Juara seri ini sudah di tangan Stoner.
Setelah putaran ke-2 kecelakaan pun terjadi, dan sayapun mengambil beberapa rekaman kejadian kecelakaan yang merenggut Simoncelli. Tabrakan terjadi kurang dari 1 detik karena begitu cepatnya sehingga helm Simoncellipun terlepas. Saya nggak habis pikir mengapa helm yang dirancang begitu kuat dapat terlepas dari kepala Simoncelli. Helm itu tentu sangat presisi melekat pada pipi, bentuk kepala, dan diikat dengan tali helm yang cukup kuat. Saat saya memakai helm yang bagus biasanya sangat susah memasukkan kepala ke lubang helm, bagaimana bisa terjadi lepas begitu saja.
Penasaran hal tersebut, aku lihat beberapa rekaman video saat terjadi kecelakaan tersebut, pada posisi manasih yang menyebabkan Simoncelli meregang nyawa. Ini foto inset terlihat posisi saat Simoncelli ditabrak Colin Edwards.


Tabrakan roda depan dari Colin Edwards ini yang menyebabkan trauma pada dada Simoncelli, karena posisi punggung jelas terkena roda depan dari Colin Edwards. Pada gambar berikut terlihat tubrukan Colin Edwards mengenai punggung Simoncelli.

Terlihat tangan kanan Simoncelli di sisi kanan motor Rossi, sudah terlepas dari genggaman gas motornya. Saat ini helm Simoncelli belum terlepas, akibat dari tubrukan ini badan Simoncelli kemungkinan terlempar ke sisi roda depan Rosi, terlihat dari tangan Simoncelli pada gambar di atas. Pada saat ini dipastikan Simoncelli sudah tidak sadarkan diri karena mendapat tubrukan yang hebat pada punggungnya. Karena mendapat tekanan dari roda depan Rossi yang ikut menghantam leher dan helm Simoncelli, maka saat inilah helm terlepas dari kepala Simoncelli. Karena kekuatan tali helm, dan desain helm yang cukup lekat di kepala, maka trauma leher dan kepala menjadi sangat parah.

Helm tampaknya putus pada sisi kanan, terlihat dari tali helm yang bertambah panjang dan masih utuh sambungannya pada sisi kiri. Pada saat ini Simoncelli sudah sangat-sangat kritis karena luka parah pada dada, efek dari tertabraknya bagian belakang punggungnya, ditambah dengan tabrakan di leher dan kepala sisi belakang oleh motor Rossi.

Jadi kesimpulannya, trauma dada disebabkan oleh tubrukan dari Colin Edwards, kemudian diperparah dengan tubrukan roda depan dari motor Rossi yang menyebabkan helm Simoncelli terlepas.

Monday, May 02, 2011

Bersandarlah Indah

mungkin hanya sebentar
hinggap dan lalu pergi
sudah kukibas tapakmu
kuredupkan apimu
tetapi kenang tetap tertahan

lihat bulan tlah lelah berkaca di segara
lihat matari tlah kenyang memadunya juga
tapak megamu tetap berayun

lepas... aku ingin ...lepas...
redup...aku ingin ...redup...
ini bukan saatnya lagi
membawa Indahnya lara itu

kau ketuk hati yang tlah renta
berkeriput masa meremuk raga
membiarkan debu melapuk rasa
yang tlah kubiarkan mati rasa

sandaraan rambutmu membalik masa
dewa bulan.. tahanlah waktumu sebentar
tak ingin ku terlelap..dalam gelap mu
bisukan rekah kokok pagimu
jalan..jalan... ooh jalan.. panjangkan jalanmu
hentilah detak waktumu... barang sebentar....

oooh lara mengapa kau siksa raga renta ini
ini bukan saatnya lagi
membawa indahnya lara itu

sesungging senyum pedih kau tarik di ujung bibirmu
membuat hangat lembut di dingin sudut hati..
saat ku tinggalkan laraku di sudut tapakmu
mungkin setitik air terlanjur tertumpah
membedah ujung dalam mata
dan cepat-cepat kau seka dengan punggung tanganmu
ini bukan saatnya lagi
membawa indahnya lara itu

sudah ku tapakkan kaki kanan ku
melangkah kembali... ke ritual ku
dan lupakan kenangan semuanya
maafkan aku......

Tuesday, November 09, 2010

Mega Erupsi?

Memang cukup shock mendengar judul tulisan blog ini, sebab hingga blog ini ditulis .. erupsi Merapi masih berlangsung dengan asap yang membubung tinggi terlihat dari jalan Parangtritis rumah saya pada pagi tadi sekitar jam 6.30. Pernah mendengar rumor paranormal bahwa Yogyakarta akan lenyap dari muka bumi, dan Jawa akan terbelah menjadi dua... Yah .. saya seorang yang logis.. tidak akan menerima rumor tersebut dengan mudah.
Prosesnya menurut paranormal tersebut adalah demikian, bahwa di bawah kota Jogja ternyata sudah berongga karena banyaknya erupsi Merapi yang mengeluarkan bahan-bahan yang ada diperut bumi di bawah Kota Jogjakarta berabad-abad lamanya. Sehingga kota Jogja akan ambles dan saat itu air laut pantai selatan akan masuk ke dalam, sehingga akan memisahkan pulau Jawa menjadi dua. Saya pernah kuliah di jurusan Geografi, dan sedikit pernah mendapat ilmu Geologi, sehingga saat itu saya berfikir secara logis bahwa kemungkinan tersebut pasti bisa juga masuk akal. Setelah Gempa Tektonik di Jogja 27 Mei 2006, rumor tentang rongga di bawah Kota Jogja semakin santer, karena seringnya terdengar semacam runtuhan di sekitar Bantul, sebelum mengiringi gempa. Saya mempercayai ramalan tersebut, karena secara geologi memungkinkan untuk terjadi, akan tetapi skala waktunya mungkin bisa ribuan tahun baru terjadi hal demikian.
Saat terjadi erupsi Merapi yang dimulai pada tanggal 26 Oktober 2010, dan erupsi besar terjadi pada tanggal 5 November 2010, rumor tentang bakal lenyapnya kota Jogja kembali santer terdengar, apalagi rumor itu mengatakan bahwa Jogja akan tenggelam oleh Lava dan Awan panas sejauh 60 Km dari puncak merapi. Kepanikan warga sudah mulai terlihat setelah sebuah stasiun TV Swasta memberikan peringatan yang cenderung menjadi teror di tengah ketidak pastian kapan berhentinya erupsi merapi.
Saya jadi teringat teori yang pernah terdengar tentang pecahnya pulau Jawa menjadi dua, yang dulu pernah saya pelajari. Dari referensi yang diberikan teman tentang penjelasan geologi Merapi di http://bit.ly/9KXbXe menjelaskan bahwa kandungan magma Merapi telah membentuk reservoir yang besar di bawahnya. Menurut artikel tersebut, kandungan reservoir magma ini 3 kali lebih besar dibanding dengan kandungan saat gunung Tambora meletus pada tahun 1816. Anda dapat membayangkan begitu besarnya reservoir ini, mengingat letusan Tambora pada tahun tersebut telah menyebabkan kondisi Bumi menjadi berawan selama satu tahun dan mepengaruhi iklim dunia pada saat itu. Menurut penulis artikel tersebut, sangat mungkin Merapi meletus menghasilkan Mega Eruption yang akan mengancam tidak hanya penduduk di sekitarnya.
Geologist dan vulkanologist penulis ini juga memberikan peringatan tentang bagaimana terjadinya sebuah erupsi gunung, di mana Merapi telah aktif memuntahkan lavanya berpuluh tahun yang lalu. Dan muntahan Lava ini membentuk kubah lava, dan terkadang mempersempit bahkan menyumbat aliran lava tersebut secara perlahan. Terkadang Merapi bererupsi, karena tekanan magma sudah sedemikian besarnya, sehingga katup magma sudah tidak kuat menahan dorongan dari dalam. Sinyal bahwa sebuah gunung akan bererupsi secara besar atau mega eruption adalah adanya letusan dan awan panas tersebut yang akan berlangsung selama kurang lebih satu bulan lamanya. Apabila intensitas Merapi selama satu bulan erupsinya masih sangat tinggi, demikian itulah tanda-tanda akan terjadinya Mega Erupsi seperti pengalaman Tambora 1816 dan erupsi Krakatau 1883. Menurut vulkanologis peneliti dari Jerman tersebut, menyarankan apabila dalam satu bulan erupsi tidak berhenti, maka ada baiknya tempat-tempat di sekitar gunung tersebut dikosongkan termasuk kota Yogyakarta yang berpenduduk sangat padat.
Dalam artikel di web ini juga dijelaskan mengapa reservoir magma terbentuk di Merapi, dengan penjelasan gambar yang cukup jelas di sini. Konsep diagram ini ternyata seperti teori awal akan tenggelamnya Jogjakarta dan terpecahnya Jawa menjadi dua seperti artikel awal ini saya sebut. Mengingat gempa-gempa teknonik dan vulkanik yang terjadi beberapa waktu yang lalu tampaknya teori dari gambar ini memang betul-betul merepresentasikan apa yang sedang terjadi. Sekali lagi menurut saya, waktu terjadinya mungkin bisa terjadi dalam jangka waktu saat ini hingga beribu tahun yang akan datang, entah lah... Karena menurut Vulkanologist tersebut, proses pengumpulan reservoir magma ini telah terjadi ber-ratus-ratus tahun yang lalu.. sehingga apabila pertanda-pertanda mega erupsi terjadi, tidak ada salahnya jika kita selalu waspada.
Jadi inget film Dantes Peak dibintangi oleh Pierce Brosnan, Linda Halmiton yang didasarkan kisah nyata dari letusan Gunung St. Helen dan Pinatubo.

Friday, October 15, 2010

Kaidah 10.000 Jam

Ilmu ini saya ketahui setelah membaca bukunya Malcolm Gladwell dengan judul Outliers. Dalam satu artikelnya, Gladwell menjelaskan bahwa setiap sebuah keahlian baik keahlian fisik, maupun non fisik akan mencapai puncaknya setelah melalui proses berulang hingga 10.000 jam. Apabila Anda ingin menjadi ahli matematika, maka Anda harus berlatih menyelesaikan soal-soal matematika setiap hari dalam jangka waktu tertentu. Apabila anda berlatih konsisten selama 4 jam sehari, maka Anda akan menjadi ahli matematika yang mumpuni setelah 7 tahun. Demikian juga dengan keahlian lain, seperti mengendarai sepeda misalnya.
Lho... mengendarai sepeda kok membutuhkan waktu lama? lha ini mengendarai sepeda khusus yaitu sepeda Trials. Saya penasaran dengan tokoh legendaris sepeda Trials dunia maya yaitu Danny MacAskill. Sepeda Trials adalah permainan sepeda akrobatik, yang butuh skill keseimbangan tubuh yang prima. Mengapa MacAskill dapat menguasai teknik-teknik bermain sepeda Trials dengan begitu sempurna. Terjawab sudah setelah melihat beberapa petikan wawancara MacAskill dengan RedBull, dimana kaidah 10.000 jam terbukti memang demikian adanya. Setiap hari MacAskill berlatih sepeda hingga 4 Jam, sehingga kalau saya hitung dia butuh 7 tahun untuk menguasai semua teknik Trials yang rata-rata sangat sulit dikuasai. Dia menguasai skill-skill sulit tersebut hanya karena 'gila'-nya mengendarai sepeda.
Saya mempunyai sepeda Trials 20" seperti BMX, dan sepeda ini memang didedikasikan untuk hanya bermain Trials saja tidak untuk yang lain seperti aktivitas sepeda biasa. Untuk menguasai satu teknik dasar saja membutuhkan waktu berbulan bahkan bertahun-tahun. Setiap hari saya mengendarai sepeda trials paling 15 menit sehari. Untuk menjadi ahli apabila menggunakan kaidah 10.000 jam, saya butuh waktu 100 tahun untuk dapat menjadi pengendara Trials yang ahli. Anda mau mencoba ?